Flu Datang, Jangan Panik! Ini Cara Mencegahnya Ala Dinkes Jember
- 05 Okt 2026 11:10 WIB
- Jember
RRICOID, Jember - Perubahan cuaca dapat ikut memengaruhi kondisi kesehatan, termasuk meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan seperti influenza dan ISPA. Dalam wawancara Halo RRI Pro 1 RRI Jember, Jumat, 2 Oktober 2026, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Jember, dr. Rita Wahyuningsih, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada tanpa perlu panik.
Menurut dr. Rita, gangguan yang berkaitan dengan influenza dalam pemantauan kesehatan dibedakan menjadi tiga kategori, yakni influenza-like illness (ILI), ISPA, dan pneumonia. ILI ditandai gejala seperti bersin, batuk, dan pilek tanpa demam, sementara ISPA disertai demam dan pneumonia berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan yang disertai napas cepat.
"influenza dalam pemantauan kesehatan dibedakan menjadi tiga kategori, yakni influenza-like illness (ILI), ISPA, dan pneumonia," kata Rita.
Berdasarkan pembaruan data hingga akhir September, tercatat sekitar 3.100 kasus ISPA, 151 kasus pneumonia, dan sekitar 300 kasus ILI yang dilaporkan dari puskesmas serta rumah sakit. Meski masih terjadi peningkatan kasus dalam pemantauan beberapa pekan, dr. Rita menyebut trennya mulai menurun setelah mencapai puncak pada minggu kedua September.
Kelompok anak menjadi salah satu yang perlu mendapat perhatian karena sistem imunitasnya masih belum optimal dan aktivitas mereka banyak berlangsung dalam kelompok. Data Dinkes P2KB Jember hingga September mencatat sekitar 1.300 kasus ISPA pada anak, dengan sekolah dan pondok pesantren menjadi salah satu lingkungan yang memiliki interaksi cukup intens sehingga risiko penularan lebih cepat.
Di tengah beredarnya informasi mengenai influenza tipe A, dr. Rita meminta masyarakat memahami bahwa penentuan jenis influenza membutuhkan pemeriksaan khusus. Hingga saat wawancara, belum ada arahan dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan tersebut secara aktif terhadap seluruh kasus yang diduga mengalami influenza tipe A, sementara kondisi pasien yang terlaporkan secara umum membaik.
Menurut dr. Rita, perubahan cuaca dan mobilitas menjadi faktor yang turut diperhatikan dalam peningkatan kasus gangguan pernapasan. Kemarau panjang juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi yang berpengaruh terhadap kondisi tubuh, sedangkan kepadatan penduduk dan mobilitas tinggi dapat memperbesar peluang penularan.
Bagi masyarakat yang sedang sakit, dr. Rita mengingatkan pentingnya beristirahat, membatasi aktivitas, menjaga asupan bergizi, menggunakan masker, serta menerapkan etika batuk. Sementara masyarakat yang sehat dapat menjaga kebersihan diri, mencukupi kebutuhan cairan, mempertahankan kondisi tubuh, dan tidak memaksakan aktivitas ketika kondisi fisik mulai menurun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....