Hindari Beban Berlebih, Spesialis Ortopedi Bagikan Kiat Cegah Nyeri Sendi

  • 17 Sep 2026 11:12 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Masalah nyeri sendi atau osteoartritis sering kali menjadi keluhan utama masyarakat. Banyak orang menganggap nyeri sendi sebagai hal yang lumrah akibat penuaan atau pengapuran tulang semata. Padahal, gangguan ini bersumber dari peradangan pada bantalan sendi (tulang rawan) yang mulai aus dan mengikis.

Dokter Spesialis Ortopedi dari IDI Jember, dr. Muhamad Hasan, Sp.OT., M.Kes., menyampaikan bahwa peradangan sendi dipicu oleh mekanisme gerak dan beban sendi. Ia membagikan berbagai faktor penyebab serta langkah penanganan nyeri sendi dalam dialog Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Jember yang disiarkan langsung pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Tiga Faktor Utama Pemicu Nyeri Sendi

dr. Hasan menyederhanakan tiga faktor risiko utama yang paling sering menyebabkan masalah nyeri sendi:

  1. Obesitas (Berat Badan Berlebih): Beban tubuh yang berat secara langsung menekan sendi penopang seperti lutut, panggul, dan pergelangan kaki (ankle).
  2. Aktivitas dan Olahraga Berlebih: Kebiasaan melakukan aktivitas fisik dengan benturan tinggi (high impact) atau mengangkat beban berat terus-menerus dapat mempercepat keausan rawan sendi.
  3. Faktor Usia (Degeneratif): Kualitas dan kelenturan sendi umumnya mencapai puncak pada usia 30–40 tahun, kemudian mengalami penurunan fungsi secara alami.

"Nyeri itu sebenarnya warning atau alarm alami dari tubuh. Tanpa adanya rasa nyeri, kita tidak sadar bahwa sendi sudah mengalami kerusakan parah," kata dr. Hasan.

Sendi Butuh Nutrisi Lewat Gerakan

Banyak penderita nyeri sendi memilih untuk berhenti bergerak karena takut merasa sakit. Menurut dr. Hasan, langkah ini justru keliru. Tulang rawan sendi bersifat avaskuler (tidak memiliki pembuluh darah langsung) dan mendapatkan nutrisi dari cairan sendi saat organ tersebut bergerak.

"Jika sendi diam dan tidak digerakkan, tulang rawan justru kekurangan nutrisi, otot di sekitarnya mengecil, dan ligamen menjadi kaku. Untuk lansia yang sulit berjalan, gerakan bisa dilakukan dalam posisi duduk atau berbaring di tempat tidur," terangnya.

Pilihan Olahraga Aman dan Edukasi Pengobatan

Bagi masyarakat yang memasuki usia 40 tahun ke atas, dr. Hasan menyarankan untuk beralih ke jenis olahraga yang menghemat beban sendi (low impact):

  • Berenang: Pilihan terbaik karena berat tubuh ditopang oleh air, sehingga sendi bebas bergerak tanpa menahan beban.
  • Sepeda Statis: Otot kaki dan sendi tetap terlatih sementara beban badan ditumpu oleh sadel.
  • Gerakan Ringan Mandiri: Melatih kelenturan otot serta sendi secara rutin di rumah.

Terkait penggunaan obat-obatan, dr. Hasan mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan membeli obat anti-nyeri di pasaran tanpa petunjuk dokter. Penggunaan obat jenis steroid secara bebas dan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serius, seperti pengeroposan tulang (osteoporosis) hingga gangguan fungsi organ tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....