Dokter Spesialis Ingatkan Risiko Dehidrasi & Cara Aman Olahraga Jalan Jarak Jauh

  • 17 Sep 2026 01:18 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Partisipasi masyarakat dalam ajang olahraga gerak jalan atau jalan kaki jarak jauh terus mengalami peningkatan. Namun, kegiatan fisik berdurasi panjang tersebut menuntut persiapan medis dan manajemen tubuh yang tepat guna mengantisipasi risiko gangguan kesehatan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD) sekaligus pengurus IDI Jember, dr. Agus Yudho Santosa, Sp.PD, FINASIM, mengungkapkan bahwa gangguan kesehatan yang paling sering dialami peserta jalan jarak jauh adalah dehidrasi. Kondisi ini dapat merembet pada keluhan lain seperti pusing, lemas, hingga kram otot hebat saat di perjalanan.

"Risiko paling sering muncul di jalan adalah dehidrasi. Begitu tubuh kekurangan cairan dan dipaksa jalan terus, akan timbul gejala susulan seperti pusing berkunang-kunang, kram, hingga gangguan fungsi ginjal akibat pekatnya urine," ujar dr. Agus Yudho dalam program Indonesia Sehat Pro 1 RRI Jember pada Jumat, 4 September 2026.

Kegiatan gerak jalan jarak jauh sebaiknya tidak dijadikan ajang instan untuk menurunkan berat badan. Menurunkan berat badan secara drastis dalam satu hari merupakan persepsi keliru karena sebagian besar bobot yang hilang saat melaut atau berjalan jauh berasal dari cairan tubuh, bukan murni pembakaran lemak.

"Niatkan gerak jalan untuk kesehatan dan rekreasi (fun), sedangkan penurunan berat badan itu sifatnya bonus. Penurunan berat badan yang aman menurut standar medis adalah secara bertahap, yakni sekitar 0,5 kilogram per minggu," jelasnya.

Guna mengantisipasi risiko kesehatan saat menempuh rute jalan kaki jarak jauh, dr. Yudho membagikan sejumlah langkah medis yang perlu diperhatikan:

  • Manajemen Cairan dan Elektrolit: Konsumsi air mineral dan minuman isotonik secara berkala untuk menggantikan kadar garam serta kalium yang hilang melalui keringat.
  • Penggunaan Perlengkapan yang Nyaman: Gunakan sepatu yang sudah terbiasa dipakai untuk menyesuaikan anatomi kaki, serta pilih pakaian berbahan menyerap keringat.
  • Pengaturan Nutrisi Berkelanjutan: Pastikan sudah sarapan sebelum beraktivitas dan konsumsi makanan ringan sumber energi secara berkala. Hindari makan porsi besar di tengah perjalanan untuk mencegah gangguan pencernaan atau kram perut.
  • Pertolongan Pertama saat Kram: Jika mengalami kram otot, segera beristirahat di area teduh, luruskan posisi kaki, dan posisikan kaki lebih tinggi dari dada untuk mempercepat sirkulasi darah.

Selain itu, masyarakat yang memiliki riwayat penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes diimbau melakukan penapisan (screening) kesehatan atau memastikan kondisi fisik dalam keadaan stabil sebelum maupun saat melakukan aktivitas fisik jarak jauh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....