Tips Efektif Dalam Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem

  • 14 Sep 2026 16:03 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember : Suhu udara yang meningkat secara drastis dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius. Fenomena cuaca panas ekstrem tidak hanya memicu ketidaknyamanan, tetapi juga membawa risiko nyata bagi kesehatan fisik manusia.

Cuaca panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius, mulai dari dehidrasi, keloyoan, hingga heatstroke yang membahayakan jiwa. Untuk menjaga tubuh tetap aman dan fit saat suhu udara melonjak tinggi. Dilansir dari laman kemkes.go.id, berikut beberapa tips penting yang perlu diterapkan :

  1. Cukupi Asupan Air Tanpa Menunggu Haus: Minumlah air putih secara berkala setidaknya 2–3 liter per hari. Hindari minuman berkafein, beralkohol, atau terlalu manis karena bersifat diuretik yang justru mempercepat dehidrasi.

  2. Gunakan Pakaian Longgar dan Cerah: Kenakan pakaian berbahan ringan dan menyerap keringat seperti katun. Pilih warna-warna cerah karena warna gelap cenderung menyerap radiasi panas lebih banyak.

  3. Lindungi Diri dari Paparan Sinar UV Direct: Aplikasikan sunscreen (tabir surya) dengan minimal SPF 30 pada kulit yang terbuka sebelum keluar rumah. Gunakan juga alat pelindung seperti topi bertepi lebar, kacamata hitam (sun glass), atau payung.

  4. Batasi Aktivitas Luar Ruangan di Jam Terik: Hindari berada di bawah terik matahari langsung pada rentang pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Jika harus beraktivitas di luar, sering-seringlah berteduh di area yang rindang atau ber-AC.

  5. Ciptakan Ventilasi dan Suhu Ruangan yang Sejuk: Tutup tirai atau gorden jendela pada siang hari untuk menghadang panas masuk. Gunakan kipas angin atau pendingin udara (AC), serta hindari penggunaan peralatan elektronik berlebih yang memicu peningkatan suhu dalam ruangan.

Fenomena cuaca panas ekstrim sendiri dikarenakan beberapa faktor seperti daerah perkotaan yang didominasi bangunan beton, aspal, dan minim ruang terbuka hijau cenderung menyerap serta memantulkan kembali radiasi panas secara masif, peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer menahan radiasi panas matahari di bumi, yang berujung pada lonjakan suhu rata-rata global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....