Kasus Gejala Mirip Flu di Banyuwangi Tembus lebih dari 10 Ribu
- 12 Sep 2026 09:26 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi meminta masyarakat mewaspadai peningkatan penyakit dengan gejala mirip influenza atau Influenza-Like Illness (ILI). Kasus dengan gejala serupa dilaporkan meningkat di sejumlah fasilitas kesehatan dalam beberapa bulan terakhir mencapai ribuan, bahkan pada Januari 2026 angkanya lebih dari 10.000 kasus
Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, gejala yang banyak ditemukan meliputi demam di atas 38 derajat Celsius, batuk, sakit tenggorokan, hingga gangguan pernapasan akut. Untuk kasus dengan kondisi lebih berat dan disertai gangguan pernapasan akut, Kementerian Kesehatan mengategorikannya sebagai Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
“Kemenkes menyebut kasus ini sebagai Influenza-Like Illness (ILI), yaitu penyakit yang menyerang seperti influenza. Untuk kasus yang agak berat, biasanya disertai demam dan perubahan kondisi tubuh, Kemenkes menyebutnya Severe Acute Respiratory Infection (SARI),” kata Amir, Jum'at, 11 September 2026.
Menurut Amir, kasus ILI di Banyuwangi menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. Setelah mencapai lebih dari 10.000 kasus pada Januari, jumlah kasus pada Februari hingga Agustus tercatat rata-rata sekitar 8.500 kasus per bulan.
Memasuki September 2026, Dinkes masih menghimpun data dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Bersamaan dengan itu, fasilitas kesehatan diminta meningkatkan upaya pencegahan dan pemantauan untuk mengantisipasi peningkatan kasus.
Amir mengatakan, kondisi cuaca yang memasuki masa transisi juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan masyarakat. Perubahan kondisi lingkungan dan proses adaptasi tubuh pada masa peralihan cuaca dinilai dapat memengaruhi daya tahan tubuh.
“Saat ini masih dalam masa transisi cuaca dan diperkirakan kondisi kemarau akan meningkat. Pada masa transisi ini, proses adaptasi membuat imunitas tubuh cenderung menurun,” ujar Amir.
Dinkes mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin sesuai kebutuhan, serta beristirahat cukup. Masyarakat juga diminta menerapkan etika batuk dan menggunakan masker, terutama ketika mengalami gejala atau berada di lingkungan dengan risiko penularan.
Selain itu, kondisi lingkungan tempat tinggal perlu diperhatikan dengan memastikan sirkulasi udara berjalan baik. Jendela rumah sebaiknya dibuka secara berkala agar udara berganti dan sinar matahari masuk, karena ruangan tertutup dengan ventilasi buruk dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....