CKG Bondowoso Capai 38 Persen, Hipertensi Banyak Ditemukan

  • 18 Sep 2026 19:52 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Cakupan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bondowoso terus meningkat dan kini mencapai 38 persen dari target 46 persen. Dari pemeriksaan tersebut, sejumlah penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi banyak ditemukan pada masyarakat.

Capaian itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, dr. Moch Jasin, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tahun 2026, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, peningkatan partisipasi masyarakat tidak terlepas dari strategi jemput bola yang dilakukan dengan memberikan pelayanan CKG di luar gedung fasilitas kesehatan.

“Sebelum kami bergerak, capaian Cek Kesehatan Gratis berada di angka 20 persen. Sekarang sudah mencapai 38 persen dari target total 46 persen,” jelas dr. Jasin.

Ia mengatakan, pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan karena sejumlah penyakit tidak selalu menimbulkan gejala yang terasa sejak awal. Melalui CKG, penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi dapat ditemukan lebih dini.

“Temuan-temuan ini bisa segera kita intervensi melalui terapi lanjutan sehingga risiko menjadi penyakit yang lebih berat seperti stroke dan penyakit jantung dapat dicegah,” ujarnya.

Selain penyakit tidak menular, Dinkes Bondowoso juga terus melakukan pemantauan terhadap penyakit menular. Salah satunya demam berdarah dengue (DBD) yang pada tahun ini disebut lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, kasus leptospirosis tercatat sebanyak tujuh kasus hingga periode pelaporan saat ini. Dinkes menilai edukasi kepada masyarakat dan berbagai langkah pengendalian turut berkontribusi terhadap pengendalian penyakit tersebut.

“Edukasi kepada masyarakat dan berbagai langkah pengendalian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik,” jelasnya.

Penemuan kasus HIV juga menunjukkan penurunan. Jika pada tahun sebelumnya kasus positif yang ditemukan mencapai lebih dari 150 kasus, hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 69 kasus.

Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan, Dinkes masih menghadapi pekerjaan rumah dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Penguatan imunisasi dinilai penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

dr. Jasin mengimbau masyarakat tidak khawatir membawa anak untuk mendapatkan imunisasi. Menurutnya, keberhasilan pengendalian penyakit membutuhkan keterlibatan masyarakat bersama pemerintah dan tenaga kesehatan.

“Pencegahan tetap lebih baik daripada pengobatan. Mungkin manfaatnya tidak langsung dirasakan, tetapi dalam jangka panjang akan sangat berdampak,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....