Kasus Gagal Ginjal Meningkat, Banyuwangi Catat 300 Pasien Cuci Darah
- 13 Sep 2026 12:09 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Penyakit gagal ginjal kronis menjadi salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat, baik secara global maupun di Indonesia. Di Banyuwangi, sedikitnya 300 warga kini menjalani hemodialisis atau cuci darah, dan 28 di antaranya masih berusia di bawah 30 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, tren penyakit metabolik seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal terus menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko gagal ginjal adalah kurangnya asupan cairan dan nutrisi yang seimbang.
"Kebutuhan ideal tubuh sekitar dua liter air atau setara delapan gelas setiap hari untuk membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal," ungkap Amir, Minggu, 13 September 2026.
Selain itu, tingginya konsumsi makanan dan minuman tinggi gula di kalangan remaja juga menjadi perhatian. Minuman instan, minuman bersoda, hingga makanan kekinian yang dikonsumsi berlebihan dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit metabolik apabila tidak diimbangi pola hidup sehat.
Kondisi tersebut diperparah dengan rendahnya konsumsi sayur dan buah serta minimnya aktivitas fisik. Berdasarkan pemantauan Dinkes, banyak anak dan remaja lebih banyak menghabiskan waktu menggunakan gawai dibanding berolahraga secara rutin.
“Sudah asupan nutrisinya kurang, aktivitas fisiknya kurang juga, nah ini berisiko,” tegas Amir.
Dinkes Banyuwangi akan terus mengintensifkan edukasi melalui fasilitas kesehatan dan sekolah. Masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih, memenuhi gizi seimbang, mengurangi makanan tinggi gula, serta rutin berolahraga untuk menekan risiko gagal ginjal sejak usia muda.
Kata kunci:
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....