Alasan Rebahan Terasa Sulit Dihentikan

  • 09 Sep 2026 10:05 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Ada kalanya tubuh sudah mengatakan ingin beraktivitas, tetapi kasur atau sofa terasa jauh lebih menarik. Niat awal hanya rebahan sebentar, namun tanpa terasa waktu berlalu hingga berjam-jam. Kebiasaan ini ternyata tidak selalu sekadar persoalan malas. Otak manusia memang cenderung memilih aktivitas yang memberikan rasa nyaman dengan usaha paling sedikit.

Psikolog dan penulis asal Amerika Serikat, Roy F. Baumeister, pada 2011 menjelaskan bahwa kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dapat dipengaruhi oleh kondisi mental dan energi yang tersedia. Ketika seseorang sudah lelah setelah menjalani berbagai aktivitas, melakukan kegiatan yang membutuhkan usaha tambahan bisa terasa lebih berat.

Hal tersebut membuat rebahan menjadi pilihan yang menggoda. Posisi tubuh yang nyaman, tidak adanya tuntutan untuk bergerak, serta kesempatan menikmati hiburan dari ponsel membuat otak mendapatkan pengalaman yang relatif mudah dan menyenangkan.

Menurut psikolog Kelly McGonigal dari Stanford University pada 2013, manusia juga memiliki kecenderungan mencari aktivitas yang memberikan penghargaan atau rasa nyaman dalam waktu singkat. Ketika seseorang merasa lelah atau tertekan, pilihan yang memberikan kenyamanan segera dapat menjadi semakin menarik.

Inilah alasan mengapa kalimat “rebahan lima menit” sering berubah menjadi satu jam. Ketika tubuh sudah berada dalam posisi nyaman, berpindah ke aktivitas lain membutuhkan keputusan tambahan. Apalagi jika ponsel berada di tangan dan berbagai konten hiburan tersedia tanpa batas.

Masalahnya, semakin lama seseorang tidak bergerak, semakin besar kemungkinan muncul perasaan enggan untuk memulai aktivitas. Bukan karena tubuh benar-benar tidak mampu bergerak, tetapi karena otak sudah terbiasa dengan kondisi nyaman tersebut.

Cara sederhana untuk memutus kebiasaan ini adalah tidak menunggu munculnya motivasi. Mulailah dari gerakan kecil, seperti duduk, berdiri, berjalan mengambil air minum, atau merapikan satu benda di sekitar. Aktivitas kecil dapat menjadi jembatan untuk memulai kegiatan yang lebih besar.

Membuat target yang terlalu besar justru bisa membuat seseorang semakin enggan bergerak. Daripada berpikir harus olahraga selama satu jam, misalnya, seseorang dapat memulai dengan berjalan selama lima atau sepuluh menit. Setelah tubuh mulai bergerak, aktivitas berikutnya biasanya terasa lebih mudah dilakukan.

Jadi, kalau rebahan terasa sulit dihentikan, mungkin bukan karena kita benar-benar pemalas. Bisa saja tubuh sedang mencari kenyamanan setelah lelah menghadapi berbagai tuntutan. Namun, ketika rebahan mulai mengganggu pekerjaan, aktivitas fisik, tidur, atau kehidupan sehari-hari, kebiasaan tersebut perlu mulai diatur agar waktu istirahat tetap memberikan manfaat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....