Stres Bukan Selalu Musuh Produktivitas

  • 07 Sep 2026 11:00 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Stres sering dianggap sebagai sesuatu yang harus selalu dihindari. Padahal, tekanan dalam kadar tertentu merupakan respons alami tubuh ketika seseorang menghadapi tantangan. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih waspada, membantu menghadapi persoalan, sekaligus mendorong seseorang menyelesaikan pekerjaan.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan bahwa stres merupakan kondisi kekhawatiran atau ketegangan mental yang muncul ketika seseorang menghadapi situasi sulit. Stres merupakan bagian alami dari kehidupan dan dalam kadar tertentu dapat membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan.

Psikolog Amerika Serikat Lisa Damour, PhD, pada 2019 menjelaskan bahwa stres dan kecemasan tidak selalu memberikan dampak buruk. Menurutnya, tekanan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan bekerja hingga berada di batas kemampuan tertentu dapat membantu seseorang membangun kapasitas serta ketahanan ketika menghadapi kesulitan baru.

Dalam kehidupan sehari-hari, tekanan ringan bisa muncul ketika seseorang menghadapi tenggat pekerjaan, harus menyelesaikan tugas dalam waktu terbatas, atau menghadapi situasi yang membutuhkan keputusan cepat. Kondisi tersebut terkadang justru membuat seseorang lebih fokus terhadap apa yang harus dilakukan.

Tekanan juga dapat membantu seseorang menentukan prioritas. Ketika pekerjaan menumpuk, misalnya, seseorang terdorong untuk memilah tugas berdasarkan tingkat kepentingan dan menyelesaikannya satu per satu. Dengan pengelolaan yang baik, tekanan tersebut dapat menjadi dorongan untuk bergerak dan tidak menunda pekerjaan.

Namun, produktivitas tidak akan terus meningkat seiring bertambahnya tekanan. Lisa Damour pada 2019 juga menegaskan bahwa stres dapat menjadi tidak sehat ketika berlangsung secara kronis tanpa kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk pulih, atau ketika tekanannya sudah melebihi kemampuan seseorang untuk menghadapinya.

Hal tersebut juga dijelaskan dokter YuFang Lin dari Cleveland Clinic pada 2026. Menurut Lin, respons stres merupakan mekanisme alami tubuh terhadap ancaman yang dirasakan dan sebenarnya dirancang untuk berlangsung dalam waktu singkat. Masalah dapat muncul ketika stres berlangsung dalam jangka panjang karena dapat memberikan dampak terhadap kesehatan.

Karena itu, mengenali batas antara tekanan yang masih dapat dikelola dan stres yang mulai mengganggu menjadi hal penting. Seseorang tidak perlu berusaha menghilangkan seluruh tekanan dari kehidupannya, tetapi perlu mengetahui bagaimana merespons tekanan tersebut secara sehat.

Menjaga rutinitas harian dapat menjadi salah satu cara untuk mengelola stres. Memiliki jadwal yang teratur untuk bekerja, makan, berolahraga, beristirahat, serta melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat membantu seseorang menjaga keseimbangan aktivitas.

Tidur yang cukup juga tidak boleh diabaikan. Ketika pekerjaan sedang padat, waktu istirahat sering kali menjadi bagian pertama yang dikurangi. Padahal, tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk memulihkan diri setelah menghadapi berbagai tekanan.

Aktivitas fisik juga dapat membantu mengelola stres. Tidak harus selalu berupa olahraga berat. Berjalan kaki, melakukan peregangan, atau meluangkan waktu untuk bergerak di sela aktivitas dapat menjadi pilihan sederhana untuk membantu tubuh lebih rileks.

Selain itu, menjaga hubungan dengan orang lain juga penting. Berbicara dengan keluarga, teman, atau orang yang dipercaya dapat membantu seseorang menghadapi persoalan dengan lebih baik. Tidak semua masalah harus diselesaikan sendirian.

Pada akhirnya, stres tidak selalu menjadi musuh produktivitas. Tekanan dalam kadar tertentu dapat menjadi pemicu seseorang untuk lebih fokus, menentukan prioritas, dan menyelesaikan tanggung jawab. Namun, ketika tekanan mulai mengganggu konsentrasi, tidur, kesehatan, pekerjaan, atau hubungan dengan orang lain, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian.

Produktivitas yang sehat bukan tentang bekerja di bawah tekanan sepanjang waktu. Produktivitas justru terbentuk ketika seseorang mampu menghadapi tuntutan, mengenali batas dirinya, serta memberikan waktu yang cukup bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....