Kebiasaan Kecil Ini Bantu Kurangi Stres
- 04 Sep 2026 11:07 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Aktivitas sehari-hari yang padat sering membuat seseorang merasa lelah secara fisik maupun mental. Tuntutan pekerjaan, urusan keluarga, hingga berbagai informasi yang terus muncul melalui perangkat digital dapat membuat pikiran sulit beristirahat. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah merasa tegang, sulit berkonsentrasi dan mengalami gangguan tidur.
Namun, mengelola stres tidak selalu membutuhkan perubahan besar dalam kehidupan. Sejumlah kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.
Dokter integratif Mayo Clinic, Safia Debar, M.B.B.S., pada 2024 menjelaskan bahwa seseorang dapat mulai mengelola stres dengan mengenali hal-hal yang menguras energi dan memberikan perhatian pada perubahan kecil yang masih bisa dikendalikan. Menurutnya, intervensi singkat selama satu hingga dua menit dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan yang lebih sehat.
Berikut beberapa kebiasaan kecil yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi stres.
Mengatur napas selama beberapa menit
Ketika menghadapi tekanan, seseorang cenderung bernapas lebih cepat dan dangkal. Mengambil napas secara perlahan dan lebih dalam dapat membantu tubuh memasuki kondisi yang lebih rileks.
Kebiasaan ini dapat dilakukan kapan saja, misalnya ketika mulai merasa kewalahan dengan pekerjaan. Cukup berhenti sejenak, tarik napas perlahan, kemudian keluarkan secara perlahan sambil memusatkan perhatian pada proses bernapas.
| Baca juga: Mengenal Avoidant Attachment Style |
Memberikan jeda dari aktivitas
Bekerja tanpa berhenti bukan berarti selalu menghasilkan produktivitas yang lebih baik. Tubuh dan pikiran tetap membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Jeda singkat di antara aktivitas dapat digunakan untuk berdiri, berjalan sebentar, melihat suasana di luar ruangan atau sekadar menjauh dari layar. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu memberikan kesempatan bagi pikiran untuk kembali fokus.
Bergerak secara rutin
Aktivitas fisik juga dapat menjadi bagian dari pengelolaan stres. Tidak harus berupa olahraga berat. Berjalan kaki, melakukan peregangan, bersepeda atau aktivitas fisik ringan lainnya dapat menjadi pilihan.
American Psychological Association pada 2024 menyebutkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu seseorang mengelola respons terhadap stres. Karena itu, menyisihkan waktu untuk bergerak setiap hari dapat menjadi kebiasaan sederhana yang bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.
Membatasi gangguan dari ponsel
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital
Notifikasi, media sosial dan pesan yang terus masuk dapat membuat seseorang merasa harus selalu merespons sesuatu. Kondisi tersebut berpotensi membuat pikiran sulit benar-benar beristirahat.
Memberikan batas waktu tertentu untuk memeriksa ponsel dapat menjadi langkah sederhana. Misalnya, tidak langsung membuka media sosial ketika bangun tidur atau memberikan waktu tanpa perangkat sebelum tidur.
Menjaga pola tidur
Stres dan kurang tidur dapat saling memengaruhi. Ketika seseorang kurang tidur, tubuh dan pikiran dapat menjadi lebih mudah lelah sehingga menghadapi tekanan sehari-hari terasa semakin berat.
Karena itu, menjaga waktu tidur yang cukup dan konsisten menjadi bagian penting dalam mengelola stres. Membiasakan waktu tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari juga dapat membantu membangun rutinitas yang lebih teratur.
Meluangkan waktu untuk orang terdekat
Ketika menghadapi banyak tekanan, seseorang terkadang memilih menarik diri. Padahal, berbicara dengan orang yang dipercaya dapat membantu seseorang merasa lebih didukung.
| Baca juga: Pola Hidup Sehat Kunci Umur Panjang |
Mayo Clinic menempatkan hubungan sosial yang sehat sebagai salah satu bagian dari pengelolaan stres. Percakapan sederhana dengan keluarga, teman atau orang yang dipercaya dapat menjadi ruang untuk berbagi pikiran sekaligus mendapatkan dukungan emosional.
Melakukan aktivitas yang menyenangkan
Kesibukan sering membuat seseorang menganggap aktivitas seperti membaca, mendengarkan musik, berkebun atau menjalankan hobi sebagai sesuatu yang tidak penting. Padahal, kegiatan yang menyenangkan dapat memberikan ruang bagi pikiran untuk beristirahat dari tekanan sehari-hari.
Mayo Clinic pada 2024 juga menekankan pentingnya menemukan aktivitas yang membuat seseorang merasa lebih tenang dan nyaman. Kebiasaan tersebut tidak harus dilakukan dalam waktu lama. Konsistensi justru lebih penting dibandingkan durasinya.
Pada akhirnya, mengurangi stres bukan berarti menghilangkan seluruh masalah dalam kehidupan. Tekanan dan tantangan tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Yang dapat dilakukan adalah membangun kebiasaan yang membantu tubuh dan pikiran merespons tekanan dengan lebih baik.
Kebiasaan kecil seperti menarik napas secara perlahan, berjalan sebentar, mengurangi penggunaan ponsel, menjaga tidur dan meluangkan waktu bersama orang terdekat dapat menjadi langkah sederhana. Jika dilakukan secara konsisten, perubahan kecil tersebut dapat membantu menciptakan rutinitas harian yang lebih seimbang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....