Mengenal Avoidant Attachment Style
- 24 Jul 2026 05:30 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Ketika berinteraksi dengan orang lain, setiap manusia punya gaya keterikatan atau attachment style yang berbeda-beda. Gaya keterikatan merupakan pola perilaku atau sikap yang ditunjukkan saat berhubungan dengan orang lain. Terdapat beberapa jenis gaya keterikatan, salah satunya adalah avoidant attachment alias keterikatan penghindaran. Lantas, apa itu avoidant attachment style?
Dikutip dari klikdokter.com, 16 Jul 2026 Psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi., menjelaskan bahwa avoidant attachment adalah sikap atau pola perilaku di mana anak atau seseorang memiliki pandangan negatif terhadap orang lain. “Dalam interaksi yang dilakukan, ia akan berusaha agar tidak bergantung pada orang lain. Mereka akan cenderung melakukan sesuatu sendiri daripada harus bekerja sama dengan orang lain,” tuturnya.
Tara Well Ph.D, profesor departemen psikologi di Columbia University mengatakan, anda yang memiliki gaya avoidant attachment mungkin merasa khawatir akan disakiti atau dikecewakan orang lain. Jadi, anda berusaha untuk tidak terhubung dengan orang lain. Orang dewasa yang memiliki avoidant attachment style mungkin pernah punya pengalaman masa kanak-kanak, di mana anda butuh bantuan atau kenyamanan dari orang tua atau pengasuh, tetapi tidak berhasil menerimanya. Seiring berjalannya waktu, naluri alami untuk mencari bantuan dan kenyamanan dari orang lain pun tidak bisa dirasakan. anda akan merasa terlalu menyakitkan jika harus mengandalkan orang lain yang sama sekali tidak bisa menanggapinya. Orang dengan avoidant attachment style juga umumnya akan meremehkan hubungan karena tidak melihat hal penting di dalam kedekatan tersebut. Ketika sedang stres, anda akan menghindari orang lain karena percaya mereka dapat memperburuk keadaan.
Disampaikan oleh Psikolog Ikhsan, ada beberapa contoh avoidant attachment yang bisa dilihat pada diri seseorang dilansir Klikdokter, yakni:
Berusaha menghindari orang lain, terutama ketika mulai merasa dekat atau akrab, biasanya ia akan menghilang dari orang tersebut
Menarik diri dari lingkungan dan cenderung berdiam diri
Ada perasaan tidak mendapat teman atau ditolak, sehingga lebih memilih untuk menjaga jarak sejak awal
Menghindari kontak mata atau kontak fisik
Menolak dukungan emosional atau material
Ada perasaan bebas dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari
Orang dengan gaya avoidant attachment pun cenderung meremehkan diri sendiri. kita mungkin punya kebiasaan mengabaikan perasaan, terutama saat sedang tertekan. Biasanya, kita akan mengalihkan perhatian dengan bekerja, menonton video, makan, belanja, atau kebiasaan apa pun yang disukai, sehingga dapat menjauhkan perhatian dari diri sendiri. Karena merasa rentan dan sendirian, anda akan mengembangkan refleks otomatis ini untuk menghindari rasa sakit. Sesungguhnya, avoidant attachment dapat mencegah terjadinya hubungan yang sehat dengan pasangan, keluarga, atau teman. Oleh karenanya, kamu bisa berusaha untuk mengubahnya secara perlahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....