Mengenal TBC, Penyakit Menular yang Masih Menjadi Ancaman

  • 30 Agt 2026 05:28 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu mendapat perhatian masyarakat. Penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis ini umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mengenai organ tubuh lain seperti ginjal, tulang, otak, dan kelenjar getah bening.

Aurellia Safa Prasetyo, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember sekaligus perwakilan SCOPH CIMSA UNEJ, menyampaikan bahwa TBC dapat menular melalui udara ketika penderita TBC aktif batuk, bersin, atau mengeluarkan dahak. Penularan lebih berisiko terjadi di ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk, terutama ketika seseorang berada cukup lama di lingkungan yang terdapat penderita TBC aktif.

Ia menjelaskan, tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung bakteri TBC langsung mengalami penyakit aktif. Pada sebagian orang, bakteri dapat berada di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala. Kondisi tersebut dikenal sebagai infeksi TBC laten.

Aurel juga memaparkan situasi TBC di Indonesia dan Jember. Berdasarkan data yang disampaikannya dalam program Jaga Malam Pro 2 Jember, Indonesia masih berada di posisi kedua sebagai negara dengan beban kasus TBC terbesar di dunia setelah India.

Untuk wilayah Jember, ia menyebut kabupaten ini menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus TBC tinggi di Jawa Timur. Berdasarkan data tahun 2023 yang disampaikan Aurel, terdapat sekitar 5.967 kasus TBC di Jember. Angka tersebut juga disertai temuan TBC pada anak sebanyak 563 kasus.

“Untuk Jember sendiri menjadi kabupaten dengan kasus Tuberkulosis tertinggi ketiga di Jawa Timur pada tahun 2023 dengan jumlah mencapai sekitar 5.967 kasus,” ujar Aurel dalam program Jaga Malam Pro 2 Jember, Jumat, 3 April 2026.

Ia kemudian menyebut sejumlah wilayah yang berdasarkan data Dinas Kesehatan Jember termasuk dalam zona dengan temuan kasus tinggi, yakni Rambipuji, Panti, Bangsalsari, Tanggul, Gumukmas, Ajung, Wuluhan, dan Mumbulsari. Sementara itu, Curahnongko, Nogosari, Tembokrejo, dan Cakra disebut sebagai wilayah dengan temuan yang lebih rendah.

Aurel juga menyampaikan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan Jember yang dibahas dalam siaran tersebut, penemuan kasus TBC selama 2024 mencapai 4.419 kasus.

Masyarakat perlu mengenali gejala TBC agar pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Sejumlah gejala yang perlu diperhatikan antara lain batuk yang berlangsung terus-menerus, berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, demam, nyeri saat bernapas atau batuk, serta tubuh yang mudah lelah.

“Jangan ragu untuk memeriksa diri jika mengalami batuk lebih dari 2 minggu, berkeringat di malam hari, atau mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas,” pesan Aurel.

Ia menegaskan bahwa TBC dapat diobati dan penderita memiliki peluang untuk sembuh apabila menjalani pengobatan secara disiplin sesuai anjuran tenaga kesehatan. Karena itu, mengenali gejala sejak awal dan tidak menunda pemeriksaan menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang maupun menular kepada orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....