Cegah Skabies Makin Parah, Dokter Minta Hindari Self Diagnosis

  • 05 Agt 2026 20:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Penyakit kulit skabies atau yang populer dikenal sebagai kudis kerap memicu keresahan masyarakat karena daya penularannya yang sangat cepat. Penyakit gatal pada kulit yang disebabkan oleh investasi parasit tungau Sarcoptes scabiei ini ternyata juga dikategorikan sebagai Infeksi Menular Seksual (IMS) kelompok minor.

Dalam siaran dialog Indonesia Sehat di RRI Pro 1 Jember pada Jum’at 31 Juli 2026, Dokter Spesialis Dermatologi, Venerologi, dan Estetika (DVE) Rumah Sakit Citra Husada Jember, Lintang Desi Ariyanti Putri, menjelaskan bahwa pengelompokan skabies sebagai IMS minor disebabkan oleh sifat penularannya yang terjadi melalui kontak fisik langsung (skin to skin). Kontak erat antarpasangan maupun hubungan suami istri menjadi salah satu jalur penularan yang sangat potensial selain bersalaman atau penggunaan barang bersama.

Penyebaran penyakit ini juga sangat masif di area pemukiman padat seperti asrama, pondok pesantren, hingga lembaga pemasyarakatan. Gejala utama skabies ditandai dengan rasa gatal hebat yang dirasakan makin berat pada malam hari karena aktivitas tungau betina yang bertelur di dalam lapisan kulit. Selain itu, muncul ruam dan bintil-bintil merah pada area lipatan tubuh khas seperti sela-sela jari tangan, sela jari kaki, pergelangan tangan, ketiak, hingga area kelamin.

"Skabies ini termasuk dalam kelompok IMS minor karena penularannya terjadi melalui kontak fisik langsung atau skin to skin, termasuk saat berhubungan seksual maupun kontak erat sehari-hari," ujar Dokter Spesialis DVE, Lintang Desi Ariyanti Putri.

Dipandu oleh presenter Nova Novita, dialog interaktif yang disiarkan langsung tersebut juga menyoroti bahaya komplikasi jika skabies dibiarkan. Dokter Lintang mengingatkan bahwa garukan akibat gatal hebat bisa memicu infeksi sekunder seperti bentol bernanah, kaku pada jari, hingga komplikasi berat yang berdampak pada organ dalam jika kuman masuk ke aliran darah.

Masyarakat diimbau tegas untuk tidak melakukan pengobatan atau diagnosis mandiri (self-diagnosis) dengan sembarangan membeli salep di apotek atau menggunakan ramuan yang tidak tepat. Pengobatan skabies yang efektif membutuhkan evaluasi medis serta terapi serentak bagi seluruh anggota keluarga atau penghuni dalam satu rumah guna memutus rantai penularan secara total.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....