Piala Dunia 2026 Jadi Ujian Kesiapan Sistem Kesehatan Global
- 19 Agt 2026 10:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Piala Dunia FIFA 2026 bukan hanya menjadi panggung bagi 48 tim sepak bola dari berbagai negara, tetapi juga menjadi tantangan besar bagi kesiapan sistem kesehatan di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 tersebut menjadi edisi terbesar dalam sejarah Piala Dunia dengan 104 pertandingan yang digelar di 16 kota. FIFA menyebut jutaan suporter akan hadir di berbagai stadion dan lokasi penyelenggaraan di ketiga negara tersebut.
Persiapan dari sisi kesehatan menjadi penting karena Piala Dunia termasuk dalam kategori mass gathering event, yakni kegiatan yang mempertemukan masyarakat dalam jumlah sangat besar dalam waktu dan lokasi tertentu. Hal tersebut disampaikan Fatimah Aulia, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Jember sekaligus perwakilan Standing Committee on Professional Exchange (SCOPE) CIMSA UNEJ, dalam program Jaga Malam RRI Jember, 14 Agustus 2026.
Menurut Aulia, konsentrasi jutaan orang dalam satu rangkaian kegiatan dapat menghadirkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari cedera, kondisi darurat, penularan penyakit hingga gangguan kesehatan akibat cuaca panas. Pandangan tersebut sejalan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menjelaskan bahwa kegiatan dengan jumlah peserta sangat besar dapat memberikan tekanan terhadap sumber daya kesehatan masyarakat di kota maupun negara penyelenggara. Karena itu, penyelenggara membutuhkan perencanaan berbasis risiko, termasuk kesiapan menghadapi wabah penyakit, pengendalian infeksi, kondisi darurat dan korban dalam jumlah besar.
Piala Dunia 2026 juga menghadirkan tantangan berupa paparan cuaca panas. WHO pada 6 Juli 2026 menekankan bahwa kegiatan olahraga berskala besar dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas karena adanya kombinasi paparan suhu tinggi, aktivitas fisik, durasi kegiatan yang panjang serta kepadatan massa. WHO merekomendasikan perencanaan khusus berupa sistem peringatan dini, penilaian risiko dan langkah mitigasi terhadap ancaman panas.
Selain tantangan kesehatan di lokasi pertandingan, perbedaan sistem layanan kesehatan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko juga menjadi perhatian bagi para suporter internasional. Sistem layanan kesehatan dan mekanisme pembiayaan yang berbeda membuat pengalaman mendapatkan layanan medis dapat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.
Amerika Serikat dikenal memiliki sistem kesehatan dengan peran besar asuransi swasta, sementara Kanada menerapkan sistem layanan kesehatan yang didanai publik. Adapun Meksiko memiliki sistem layanan kesehatan yang melibatkan sektor publik dan swasta. Perbedaan tersebut membuat pemahaman mengenai akses layanan kesehatan menjadi penting bagi wisatawan maupun suporter yang mengikuti pertandingan di berbagai kota.
| Baca juga: Mengenal Avoidant Attachment Style |
Dalam menghadapi potensi risiko tersebut, koordinasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting. WHO sebelumnya menekankan bahwa kesiapan menghadapi mass gathering membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari layanan kesehatan darurat, rumah sakit, otoritas kesehatan masyarakat, pemerintah lokal hingga penyelenggara acara.
Khusus untuk Piala Dunia 2026, WHO bersama Pan American Health Organization (PAHO) telah membahas pelajaran dari berbagai ajang olahraga besar untuk membantu negara tuan rumah memperkuat kesiapan kesehatan dan keselamatan. WHO menyebut koordinasi antara FIFA dan otoritas lokal diperlukan agar layanan medis, keselamatan, dan keamanan dapat berjalan secara terintegrasi tanpa mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat setempat.
Aulia menilai pengalaman Piala Dunia 2026 dapat menjadi pembelajaran penting mengenai bagaimana negara-negara dengan sistem kesehatan berbeda dapat berkolaborasi menghadapi tantangan kesehatan dalam sebuah kegiatan global. "Medicine goes beyond borders. Memahami perbedaan, bertukar perspektif, dan membangun kolaborasi lintas negara adalah kunci untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih kuat dan tangguh bagi semua orang," ujar Fatimah Aulia.
Melalui penyelenggaraan Piala Dunia 2026, kesiapan kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan menangani kondisi darurat ketika pertandingan berlangsung. Lebih jauh, keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan negara tuan rumah melakukan pencegahan, komunikasi risiko, koordinasi lintas sektor, serta memastikan seluruh peserta dan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang memadai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....