Ketahui Penyebab Ketindihan Berdasarkan Fakta Medis
- 08 Agt 2026 06:05 WIB
- Jember
Poin Utama
- ketindihan menurut medis
RRI.CO.ID Jember. Banyak orang menganggap ketindihan atau “rep-repan” saat bangun tidur disebabkan oleh makhluk halus. Ketindihan digambarkan dengan kondisi tubuh kaku tidak dapat bergerak namun tubuh dan pikiran menyadari bahwa Anda sudah bangun tidur. Saat ketindihan, biasanya Anda tidak mampu berbicara sama sekali, merasa dadanya ditekan oleh benda yang sangat berat, sulit bernapas, dan berkeringat sangat banyak. Umumnya ketindihan saat tidur dapat berlangsung selama beberapa menit. Namun jangan khawatir, ketindihan ini bukanlah sebuah hal yang disebabkan karena makhluk halus.
Dalam keadaan tidur, terdapat dua fase utama yang terjadi, yaitu fase rapid eye movement (REM) dan non-rapid eye movement (NREM). Saat tidur, sebagian besar tubuh Anda akan berada di dalam fase NREM. Pada fase tersebut, tubuh dalam keadaan rileks. Sementara itu pada fase REM, tubuh dalam keadaan rileks tetapi mata bergerak dengan cepat. Pada kondisi peralihan dari fase NREM dan REM, kadang seseorang terbangun dari tidurnya. Nah, pada saat ia terbangun dalam kondisi peralihan ini, otaknya masih dalam keadaan tidur, seluruh ototnya juga masih lumpuh karena masih dalam keadaan rileks. Alhasil, Anda akan merasakan gejala ketindihan seperti tersadar dengan kondisi badan tidak bisa bergerak. Nantinya, beberapa saat setelah mengalami kondisi sleep paralysis, otak dan tubuh akan perlahan akan sinkron kembali sampai benar-benar terbangun dari ketindihan. namun ada beberapa faktor risiko yang secara tidak sadar menyebabkan seseorang sering ketindihan.
dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid, 31 Jul 2026 menyampaikan beberapa faktor penyebab ketindihan dikutip Klikdokter :
Mengalami Gangguan Mental
Meski tidak diketahui apa hubungan pastinya, orang yang sedang mengalami gangguan kecemasan atau depresi dilaporkan sering mengalami kondisi “rep-repan”. Orang yang sedang mengalami gangguan mental juga cenderung minum minuman beralkohol, dan ini diyakini bisa memicu ketindihan.
Salah Posisi Tidur
Kebanyakan orang yang mengalami ketindihan saat tidur mengatakan bahwa itu terjadi saat posisi tidur mereka sedang telentang atau berbaring. Sedangkan orang yang tidurnya sering tengkurap atau miring, mengaku jarang mengalami sleep paralysis.
Mengidap Narkolepsi
Orang yang memiliki gangguan tidur narkolepsi biasanya akan mengalami mimpi atau halusinasi. Penderita narkolepsi juga dilaporkan sering mengalami kesulitan berbicara atau bergerak seperti ketindihan.
Penyebab Lainnya
Memiliki jadwal tidur yang tidak teratur, misalnya pada orang yang harus bekerja shift pagi dan malam bergantian
Memiliki anggota keluarga yang juga pernah mengalami kelumpuhan tidur.
Mengalami penyakit obstructive sleep apnea yang ditandai dengan sumbatan jalan napas saat tidur.
Adakah yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Ketindihan Saat Tidur?
Umumnya, tidak ada pengobatan khusus yang diperlukan untuk mengobati atau mencegah ketindihan secara medis. Namun, ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk dapat mencegah kondisi ini terjadi, yaitu seperti bertikut ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....