Sering Disalahkan, Ternyata Daging Kambing Tak Seperti yang Dikira
- 31 Mei 2026 20:48 WIB
- Jember
RRI.CO.ID - Jember, Banyak orang yang menganggap konsumsi daging kambing dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan tekanan darah meningkat. Namun, anggapan tersebut mendapat tanggapan langsung dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.
Menkes menilai bahwa daging kambing selama ini sering dijadikan kambing hitam ketika seseorang mengalami kolesterol tinggi atau hipertensi setelah menyantap daging kambing. Menurut Budi Gunadi Sadikin, banyak masyarakat menganggap daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi sehingga menjadi penyebab utama kolesterol dan hipertensi. "Kasihan nih si kambing selalu dituduh menjadi kambing hitam. Dibilang kolesterolnya tinggi lah, lemak jenuhnya tinggi," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam laman rctiplus.com yang dipublikasikan pada 27 Mei 2026.
Menkes menjelaskan bahwa berdasarkan data gizi, kandungan lemak jenuh pada daging kambing justru lebih rendah dibandingkan daging sapi. Dalam 100 gram daging kambing, kandungan lemak jenuhnya sekitar 0,72 gram, sedangkan pada daging sapi mencapai sekitar 3 gram per 100 gram. Selain itu, kadar kolesterol pada daging kambing juga disebut lebih rendah dibandingkan beberapa jenis daging lainnya.
Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa peningkatan tekanan darah setelah makan daging kambing lebih sering disebabkan oleh cara pengolahannya. Dokter kesehatan kerja dr. Santi menjelaskan dalam wawancara yang dipublikasikan Kompas.com, 6 Juni 2025 bahwa daging kambing tidak secara langsung menyebabkan hipertensi. "Makan daging kambing enggak secara langsung terus naik tensinya," kata dr. Santi.
Ia menambahkan bahwa penggunaan garam berlebih, santan, dan lemak tambahan dalam olahan seperti gulai, tongseng, atau sate justru lebih berpengaruh terhadap kenaikan tekanan darah.
Daging kambing bukanlah penyebab langsung hipertensi maupun kolesterol tinggi seperti yang selama ini banyak dipercaya masyarakat. Bahkan, menurut Menkes, kandungan lemak jenuh dan kolesterolnya lebih rendah dibandingkan daging sapi. Namun, cara pengolahan dan jumlah konsumsi tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Dengan porsi yang wajar dan pengolahan yang sehat, daging kambing tetap dapat menjadi bagian dari menu bergizi saat Iduladha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....