Vaksin HPV dan Screening Rutin Efektif Cegah Kanker Serviks

  • 27 Jul 2026 06:11 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Kanker serviks merupakan salah satu ancaman kesehatan serius bagi perempuan di Indonesia. Penyakit ini menempati urutan kedua sebagai kanker dengan jumlah kasus terbanyak setelah kanker payudara, dengan angka kematian yang masih tergolong tinggi.

Dalam program Jaga Malam Pro 2 Jember edisi 19 Desember 2025, alumni CIMSA Universitas Jember, dr. Alyssandra Afqorina menjelaskan bahwa kanker serviks merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal pada leher rahim atau serviks dan sebagian besar disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV).

"Kanker serviks ini disebabkan oleh virus HPV atau Human Papillomavirus. Virus tersebut dapat menular melalui kontak seksual," ujar dr. Alyssandra, Jumat (19/12/2025).

Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2022 terdapat sekitar 36 ribu kasus baru kanker serviks di Indonesia, dengan lebih dari 21 ribu kematian. Tingginya angka kematian tersebut disebabkan banyak pasien baru terdiagnosis ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut.

Menurut dr. Alyssandra, perkembangan kanker serviks sebenarnya berlangsung cukup lama, bahkan dapat mencapai sekitar 15 tahun sejak perubahan sel normal menjadi kanker. Kondisi ini memberikan peluang bagi perempuan untuk melakukan pencegahan melalui vaksinasi maupun deteksi dini.

"Perjalanan penyakitnya panjang. Dari sel normal sampai menjadi kanker bisa sekitar 15 tahun. Seharusnya dalam rentang waktu itu kita bisa melakukan vaksinasi ataupun screening sehingga penyakit dapat ditemukan lebih awal," katanya.

Ia menjelaskan, tidak semua infeksi HPV menyebabkan kanker serviks. Dari berbagai tipe HPV, tipe 16 dan 18 merupakan penyebab utama kanker serviks. Sementara tipe lainnya dapat menyebabkan penyakit lain, seperti kutil kelamin.

Semua perempuan berisiko mengalami kanker serviks. Namun, risiko meningkat pada mereka yang mulai aktif secara seksual di usia muda, memiliki pasangan seksual lebih dari satu, atau mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh, misalnya pada penderita HIV.

Sebagai langkah pencegahan, dr. Alyssandra menekankan pentingnya vaksin HPV. Menurutnya, vaksin tersebut telah dinyatakan aman oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan efek samping yang umumnya ringan, seperti nyeri pada lokasi suntikan atau demam ringan.

Dalam perbincangan di program Jaga Malam Pro 2 Jember, ia juga menjelaskan bahwa vaksin HPV tersedia dalam beberapa jenis, yakni bivalen, kuadrivalen, dan nonavalen, yang masing-masing memberikan perlindungan terhadap jumlah tipe virus HPV yang berbeda. Vaksin HPV dianjurkan diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual karena memberikan tingkat perlindungan yang lebih tinggi. Namun, vaksinasi tetap bermanfaat bagi perempuan yang telah menikah atau telah aktif secara seksual. Selain vaksinasi, dr. Alyssandra menegaskan bahwa screening tetap harus dilakukan, karena vaksin tidak memberikan perlindungan hingga 100 persen.

"Seseorang yang sudah divaksin tetap perlu menjalani screening. Vaksin memang dapat menurunkan risiko kanker serviks secara signifikan, tetapi bukan berarti risikonya menjadi nol," ujarnya.

Ia menyebutkan terdapat tiga metode screening kanker serviks, yakni Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA), Pap smear, dan pemeriksaan HPV DNA. Pemeriksaan tersebut umumnya dilakukan pada perempuan yang sudah aktif secara seksual. Pap smear sendiri dapat mulai dilakukan sekitar tiga tahun setelah seseorang aktif secara seksual, kemudian diulang setiap satu hingga lima tahun sesuai hasil pemeriksaan sebelumnya.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai menurut dr. Alyssandra antara lain perdarahan setelah berhubungan seksual, keputihan berbau yang tidak kunjung sembuh, hingga nyeri saat berkemih. Meski demikian, gejala tersebut tidak selalu menandakan kanker serviks sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan. Melalui edukasi tersebut, ia mengajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk tidak menunda vaksinasi maupun pemeriksaan rutin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....