Pakar FKG UNEJ: Kesehatan Rongga Mulut Cerminan Kondisi Tubuh

  • 31 Jul 2026 01:52 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Rongga mulut kerap kali dianggap hanya sebatas urusan masalah gigi. Padahal, kesehatan rongga mulut merupakan cerminan kondisi tubuh secara keseluruhan. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Pengajar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember, drg. Ayu Mashartini P, Sp.PM. Penjelasan ini disampaikan dalam program Dialog Khusus kolaborasi RRI Pro 1 bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) yang dipandu oleh presenter Nova Novita pada Senin (27/7/2026).

Mengusung tema "Yuk! Kenali Mulut Sendiri (Rongga Mulut Cerminkan Kesehatan Badan Kita)", drg. Ayu Mashartini memaparkan bahwa organ di dalam mulut seperti lidah dapat menjadi "alarm" alami bagi kesehatan tubuh. Ia mencontohkan, lidah yang memerah dan bengkak menyerupai stroberi pada anak-anak dapat menjadi indikasi infeksi atau radang tenggorokan (faringitis). Selain itu, lidah yang terlihat terlalu licin dan kehilangan tekstur tonjolan halus (papila) bisa menandakan seseorang mengalami anemia defisiensi besi atau malnutrisi.

Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena masyarakat usia muda yang gemar melakukan diagnosis mandiri (self-diagnosis) menggunakan internet atau kecerdasan buatan (AI). Bukannya mendapatkan solusi, kebiasaan ini sering kali memicu kepanikan dan stres yang justru menimbulkan penyakit baru, seperti mulut kering (xerostomia), lidah terasa perih, menggemeretakkan gigi saat tidur (bruxism), hingga sariawan berulang.

Guna menekan angka keparahan penyakit berbahaya, drg. Ayu sangat menganjurkan gerakan Periksa Mulut Sendiri (SAMURI). Gerakan ini merupakan langkah deteksi dini terhadap risiko kanker mulut.

"Biasanya kita lakukan pemeriksaan di jaringan lunak; bibir atas dan bawah, pipi kanan-kiri, lidah bagian atas-bawah, dasar mulut, dan langit-langit. Dilihat apakah ada luka yang mencurigakan yang lama tidak sembuh dan tidak sakit, atau area berwarna putih maupun bercak merah yang menonjol," jelas drg. Ayu.

Di akhir sesi dialog, ia mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan alat pembersih karang gigi instan yang dijual di pasaran daring karena sterilisasi dan jangkauan pembersihannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diimbau rutin memeriksakan kesehatan ke dokter gigi minimal enam bulan sekali tanpa harus menunggu sakit.

"Ingatlah bahwa rongga mulut kita itu merupakan aset kesehatan yang pertama sebelum masuk ke dalam badan kita. Jadi jagalah kebersihan rongga mulut dengan sebaik-baiknya," pesannya di penghujung acara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....