Jangan Takut Periksa TB, Deteksi Dini Jadi Kunci Melindungi Keluarga

  • 29 Jul 2026 07:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID.Lumajang- Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai masyarakat. Meski demikian, penyakit ini dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak dini dan penderita menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas. Karena itu, masyarakat diimbau tidak ragu mengikuti skrining TB sebagai langkah awal melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Pesan tersebut disampaikan dalam pelaksanaan Active Case Finding (ACF) atau Skrining Sistematis Terpadu Berbasis (SSTB) menggunakan pemeriksaan X-Ray (rontgen dada) yang digelar di Pendopo Singo Wiguno, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Selasa 28 Juli 2026.

Koordinator Sub Substansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang, Askap Hariyanto, S.Kep., Ners., menegaskan bahwa skrining merupakan salah satu cara paling efektif untuk menemukan kasus TB sebelum penyakit berkembang lebih berat maupun menularkan kepada orang lain.

"Tuberkulosis bukan penyakit yang perlu ditakuti, tetapi harus segera diketahui keberadaannya. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang sembuh dan semakin kecil risiko penularannya. Karena itu kami mengajak masyarakat yang menjadi sasaran skrining untuk memanfaatkan layanan ini sebaik-baiknya," ujarnya.

Menurut Askap, pendekatan Active Case Finding menjadi strategi penting dalam percepatan eliminasi tuberkulosis karena tenaga kesehatan tidak lagi hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, tetapi aktif menjangkau kelompok masyarakat yang berisiko agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Selain menjalani pemeriksaan X-Ray, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai gejala tuberkulosis, seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, demam yang berlangsung lama, dan keringat pada malam hari. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.

Askap menambahkan, keberhasilan pengendalian tuberkulosis sangat dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri serta menjalani pengobatan hingga tuntas apabila dinyatakan positif TB.

"Ketika satu orang bersedia menjalani skrining, sesungguhnya ia tidak hanya menjaga kesehatannya sendiri, tetapi juga membantu melindungi keluarga dan masyarakat dari risiko penularan. Inilah mengapa partisipasi masyarakat menjadi sangat penting dalam upaya eliminasi TB," tambahnya.

Melalui kolaborasi antara DinkesP2KB Kabupaten Lumajang, Puskesmas Kedungjajang, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat, kegiatan skrining diharapkan mampu meningkatkan angka penemuan kasus TB sekaligus mempercepat akses pengobatan.

Semakin dini penyakit ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan dan semakin kecil risiko penyebaran penyakit di tengah masyarakat. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/KIM Nusantara/Disse/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....