Enam Cara Berbasis Sains agar Anak Suka Sayur
- 17 Jul 2026 01:41 WIB
- Jember
Poin Utama
- Makan Sayur
- Pola Makan Anak
RRI.CO.ID, Jember: Banyak orang tua menghadapi tantangan ketika anak menolak makan sayuran. Padahal, kebiasaan mengonsumsi sayur sejak usia dini berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, menjaga kesehatan pencernaan, dan menurunkan risiko berbagai penyakit di masa depan. Sejumlah pakar menegaskan, memaksa anak makan sayur justru dapat memberikan dampak yang berlawanan.
Melalui artikel yang diterbitkan BBC Future (30-6-2026), para peneliti mengungkap enam strategi berbasis sains yang dinilai efektif membantu anak menerima dan menyukai sayuran. Salah satu kunci utamanya adalah paparan berulang. Anak perlu dikenalkan pada sayuran berkali-kali tanpa tekanan hingga mereka terbiasa dengan rasa, aroma, dan teksturnya.
Profesor Psikologi dari University of Leeds, Marion Hetherington, mengatakan bahwa proses ini membutuhkan kesabaran. "Perlakuan yang berulang merupakan salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan penerimaan anak terhadap sayuran." ujar Hetherington. Menurutnya, anak dapat membutuhkan belasan kali kesempatan sebelum akhirnya bersedia mencicipi dan menyukai jenis sayuran tertentu.
| Baca juga: Tidak Semua Orang Butuh Tidur 8 Jam |
Selain itu, orang tua juga dianjurkan menjadi teladan dengan rutin mengonsumsi sayuran di depan anak. Kebiasaan makan dalam keluarga menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi preferensi makanan anak. Melibatkan anak saat memilih, mencuci, atau memasak sayuran juga terbukti meningkatkan rasa ingin tahu dan keinginan mereka untuk mencicipinya.
Dosen Psikologi dari Sheffield Hallam University, Dr Emma Haycraft, menjelaskan, "Melibatkan anak dalam menyiapkan makanan dapat membuat mereka lebih bersedia mencicipi sayuran." katanya.
Sebaliknya, para ahli mengingatkan agar orang tua tidak memaksa, mengancam, atau menyuap anak agar mau makan sayuran. Cara-cara tersebut justru dapat menimbulkan pengalaman negatif terhadap makanan sehat.
Menurut Hetherington, memaksa anak untuk makan sayuran bukanlah pendekatan yang efektif. Sebaliknya, ia menyarankan agar orang tua menciptakan suasana makan yang nyaman, santai, dan bebas tekanan sehingga anak merasa lebih terbuka untuk mencoba berbagai jenis makanan, termasuk sayuran.
Selain menciptakan suasana yang menyenangkan, variasi penyajian juga dapat membantu. Sayuran dapat diolah dalam berbagai bentuk, dipanggang, dikukus, atau dipadukan dengan makanan favorit anak sehingga mereka lebih tertarik untuk mencoba tanpa menghilangkan cita rasa alaminya.
Menurut Hetherington, anak belajar menerima makanan baru melalui pengalaman yang terus diulang. Karena itu, konsistensi orang tua menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan makan sehat.
Para ahli menyimpulkan bahwa tidak ada cara instan agar anak menyukai sayuran. Namun, dengan pendekatan yang positif, tanpa paksaan, serta dukungan dari lingkungan keluarga, kebiasaan makan sehat dapat terbentuk sejak dini dan bertahan hingga dewasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....