Tenda Glamping Tertutup Rapat Bisa Berbahaya, Risiko Kekurangan Oksigen

  • 17 Jun 2026 09:26 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID - Jember, Tren wisata glamping (glamorous camping) semakin digemari masyarakat karena menawarkan sensasi berkemah yang nyaman dengan fasilitas modern. Namun, di balik kenyamanan tersebut, para ahli mengingatkan pentingnya memperhatikan sirkulasi udara di dalam tenda, terutama pada tenda glamping yang ditutup terlalu rapat.

Tenda glamping umumnya memiliki ukuran besar dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti kasur, pendingin udara portabel, hingga peralatan memasak. Akan tetapi, penggunaan tenda yang tertutup rapat tanpa ventilasi memadai dapat meningkatkan risiko kekurangan oksigen dan penumpukan gas berbahaya.

U.S. Consumer Product Safety Commission berdasarkan data yang mereka miliki, menyatakan bahwa setiap tahun ada orang yang meninggal akibat keracunan karbon monoksida karena penggunaan pemanas, lentera, atau kompor portabel di dalam tenda, camper, dan kendaraan.

Selain risiko kekurangan oksigen, penggunaan alat pembakaran seperti kompor gas, arang, atau pemanas berbahan bakar di dalam tenda juga dapat menghasilkan gas karbon monoksida. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi sangat berbahaya karena dapat menghambat kemampuan darah mengikat oksigen.

Disarankan kepada para wisatawan untuk selalu memastikan ventilasi tenda terbuka sebagian, tidak menyalakan kompor atau alat pemanas berbahan bakar di dalam tenda, serta segera keluar mencari udara segar apabila muncul gejala pusing atau sesak.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam dan glamping, aspek keselamatan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Menikmati suasana alam memang menyenangkan, namun memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam tenda merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah risiko kesehatan hingga kejadian fatal.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....