Melawan Stigma, Penyintas Kesehatan Mental Temukan Ruang Positif untuk Berkarya
- 16 Jun 2026 19:24 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Stigma negatif terhadap kesehatan mental masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak masyarakat. Tidak sedikit orang yang enggan mencari bantuan profesional karena khawatir dicap negatif atau dianggap kurang memiliki keimanan. Padahal, kesehatan mental yang terjaga merupakan fondasi penting bagi seseorang untuk menjalani kehidupan, mengelola emosi, hingga mengembangkan potensi diri secara optimal.
Hal tersebut mengemuka dalam program Obrolan Komunitas (OBRAS) Pro 1 RRI Jember bertajuk "Kesehatan Mental Menjadi Ruang Positif untuk Berkarya, Jangan Malu ke Psikolog" yang menghadirkan penyintas kesehatan mental asal Jember, Dharma atau yang akrab disapa Mas Arma, Senin (15/6/2026).
Dalam dialog tersebut, Mas Arma secara terbuka membagikan perjalanan hidupnya saat menghadapi berbagai tekanan psikologis yang bermula dari pengalaman perundungan sejak masa sekolah serta minimnya dukungan emosional dari lingkungan terdekat. Kondisi tersebut semakin berat ketika ia kehilangan sosok ayah dan harus menghadapi kondisi kesehatan ibunya yang menurun pada tahun 2022.
Mas Arma menjelaskan bahwa titik balik dalam hidupnya terjadi saat ia memutuskan mencari bantuan profesional. Setelah menjalani konsultasi dan pemeriksaan medis, ia didiagnosis mengalami gangguan kecemasan berlebih (anxiety), Obsessive-Compulsive Disorder (OCD), serta dampak psikologis akibat kehilangan figur ayah. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani perawatan intensif dan terapi medis selama beberapa bulan.
Menurutnya, keputusan untuk datang ke psikolog bukanlah hal yang mudah karena masih kuatnya stigma di masyarakat. Bahkan, sebelum memperoleh penanganan profesional, ia sempat menerima berbagai penilaian yang mengaitkan kondisi mentalnya dengan persoalan spiritual semata.
Setelah kondisi mentalnya berangsur pulih, Mas Arma mulai mencari ruang-ruang positif untuk mengembangkan diri. Dunia penyiaran dan broadcasting menjadi salah satu sarana yang membantunya membangun kembali rasa percaya diri serta menemukan tujuan hidup baru.
Ia mengaku mengikuti sekolah penyiaran dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan komunikasi sebagai bagian dari proses pemulihan diri. Menurutnya, lingkungan yang positif memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan mental seseorang.
"Ketika kesehatan mental kita mulai tertata, kita harus mencari lingkungan dan kegiatan yang positif. Di dunia broadcasting ini saya menemukan kembali energi hidup saya," katanya.
Tak berhenti pada pemulihan diri sendiri, Mas Arma juga berupaya membantu orang lain yang mengalami persoalan serupa. Melalui akun media sosial yang dikelolanya, ia membangun komunitas berbagi cerita sebagai ruang aman bagi anak muda untuk menyampaikan keluh kesah tanpa takut dihakimi.
Komunitas tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mereka yang membutuhkan dukungan emosional sebelum akhirnya mendapatkan pendampingan profesional apabila diperlukan.
Di akhir dialog, Mas Arma mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental serta tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi tekanan psikologis yang berat.
"Jangan malu datang ke psikolog atau dokter jiwa. Meminta bantuan profesional itu bukan tanda bahwa kita lemah, melainkan bentuk keberanian yang luar biasa untuk menyelamatkan hidup kita sendiri. Sayangi diri sendiri dan selalu percaya bahwa harapan untuk pulih itu akan selalu ada," pungkasnya.
Melalui dialog tersebut, RRI Jember berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya kesehatan mental serta berani mencari pertolongan profesional tanpa terhalang stigma yang masih berkembang di lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....