Waspada Gangguan Telinga pada Anak
- 09 Jun 2026 12:30 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Banyak orang tua menganggap kesehatan telinga anak adalah hal sepele, padahal pendengaran adalah kunci utama tumbuh kembang anak. Tanpa pendengaran yang optimal, anak akan kesulitan belajar bicara, berkomunikasi, hingga menyerap pelajaran di sekolah. Dalam program "Jaga Malam" Pro 2 RRI Jember yang tayang pada 5 Juni 2026, dua dokter muda dari CIMSA UNEJ, Aisyah dan Kania, membagikan edukasi mendalam mengenai cara menjaga aset pendengaran buah hati kita.
Mengapa Telinga Anak Lebih Rentan?
Telinga manusia terbagi menjadi tiga bagian: telinga luar, tengah, dan dalam. Kania menjelaskan bahwa pada anak-anak, struktur saluran yang menghubungkan telinga dengan hidung cenderung lebih pendek dan datar. Akibatnya, saat anak terkena batuk atau pilek, infeksi dari hidung sangat mudah naik dan menjalar hingga ke telinga. Inilah mengapa kesehatan saluran pernapasan anak sangat berkaitan erat dengan kesehatan telinganya.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Orang tua harus peka terhadap perubahan perilaku anak. Jika anak sudah bisa bicara, mereka mungkin akan mengeluh gatal atau nyeri. Namun, untuk bayi atau balita, perhatikan tanda-tanda berikut:
- Perilaku: Sering rewel, menangis, atau sulit tidur tanpa penyebab jelas.
- Gerak-gerik: Sering menarik-narik atau menggosok telinganya sendiri.
- Respons: Tidak menoleh saat dipanggil atau sering meminta lawan bicara mengulangi kalimat.
- Kebiasaan: Sering menyetel volume TV atau gadget dengan sangat keras.
Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan
| Baca juga: Tanda Kanker Serviks dari Telapak Kaki |
Para narasumber menekankan satu hal penting: Berhentilah mengorek telinga anak menggunakan cotton bud atau benda tajam lainnya.
"Cotton bud justru berisiko mendorong kotoran masuk lebih dalam ke dekat gendang telinga atau bahkan menyebabkan luka. Kotoran telinga sebenarnya bisa keluar dengan sendirinya secara alami," tegas Kania.
Selain itu, hindari kebiasaan memberikan susu atau dot dengan posisi anak telentang datar karena dapat memicu cairan masuk ke saluran hidung dan telinga. Paparan asap rokok juga sangat berbahaya karena dapat merusak sistem imun di area telinga dan hidung anak.
| Baca juga: Waspada! Demam Anak Turun Belum Tentu Sembuh |
Langkah Preventif untuk Orang Tua
Untuk menjaga kesehatan telinga si kecil, Aisyah dan Kania menyarankan langkah-langkah praktis berikut:
- Lengkapi Imunisasi: Imunisasi sejak bayi hingga balita sangat membantu memperkuat daya tahan tubuh terhadap infeksi.
- Jaga Kebersihan: Ajarkan anak untuk rajin mencuci tangan guna mencegah penyebaran kuman.
- Segera Obati Infeksi: Jika anak sakit flu atau radang tenggorokan, segera berikan penanganan medis yang tepat agar infeksi tidak menyebar ke telinga.
- Pantau Tumbuh Kembang: Jika anak menunjukkan keterlambatan bicara (speech delay), jangan ragu untuk memeriksakan pendengarannya ke dokter.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Masalah?
Jika Anda curiga anak mengalami gangguan pendengaran atau ada benda asing masuk ke telinga, jangan mencoba mengeluarkan sendiri dengan benda tajam. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan. Kania menambahkan peringatan serius, terutama jika anak menelan benda berbahaya seperti baterai, "Zat dari baterai sangat korosif dan bisa merusak organ dalam dengan sangat cepat, jadi harus segera dibawa ke IGD."
Sebagai penutup, Aisyah mengajak para orang tua untuk lebih perhatian. "Mari kita bersama-sama lebih peduli pada anak, ciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka, termasuk dengan menjaga kesehatan pendengarannya sejak dini," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....