Waspadai Gejala Awal TBC pada Rentang Usia Dewasa
- 31 Mei 2026 07:31 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember : Banyak kondisi medis serius yang dapat dicegah jika kita mau lebih peka; sebab dalam dunia kesehatan, kewaspadaan terhadap gejala sekecil apa pun adalah investasi terbaik bagi keselamatan jiwa. Salah satu penyakit yang perlu dikenali dan diwaspadai gejala awalnya adalah TBC.
Dilanisr dari laman halodoc.com, Tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis ini utamanya menyerang paru-paru, meskipun tidak menutup kemungkinan dapat menyerang organ tubuh lainnya. Indonesia sendiri menempati urutan kedua dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia setelah India, yang berarti risiko penularan di masyarakat masih tergolong tinggi.
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini sangat tangguh karena memiliki dinding sel yang tebal dan kaya akan lemak, sehingga sulit dihancurkan oleh sistem imun tubuh dalam kondisi tertentu. Penularannya terjadi melalui udara (airborne) ketika penderita TBC paru batuk, bersin, atau berbicara, melepaskan percikan dahak (droplet nuclei) yang mengandung bakteri ke udara bebas. Pada orang dewasa, infeksi TBC bisa muncul dalam dua bentuk: infeksi laten dan penyakit TBC aktif. Pada infeksi laten, bakteri ada di dalam tubuh tetapi dalam keadaan “tidur” karena sistem imun mampu menahannya. Orang dengan TBC laten tidak merasa sakit dan tidak menularkan bakteri. Namun, jika sistem imun melemah—misalnya karena stres kronis, penyakit seperti diabetes, HIV, atau penuaan—bakteri tersebut bisa “bangun” dan menyebabkan TBC aktif yang menimbulkan gejala klinis. Berikut adalah beberapa gejala utama yang paling sering ditemukan terutama oleh orang dewasa :
Batuk Berdarah (Hemoptisis) : Jika infeksi bakteri sudah mulai merusak jaringan paru-paru dan mengenai pembuluh darah di sekitarnya, dahak yang dikeluarkan mungkin akan bercampur dengan bercak darah atau bahkan darah segar dalam jumlah banyak. Batuk darah adalah tanda bahaya (red flag) yang menunjukkan adanya peradangan hebat atau kerusakan pada saluran pernapasan.
Nyeri Dada dan Sesak Napas : Peradangan pada paru-paru atau selaput paru (pleura) dapat menyebabkan rasa nyeri di dada, terutama saat menarik napas dalam atau saat batuk. Seiring dengan meluasnya infeksi di jaringan paru, kapasitas paru-paru untuk menyerap oksigen akan berkurang, yang berujung pada rasa sesak napas bahkan saat sedang beristirahat.
Batuk Berdahak yang Berlangsung Lama : Ciri yang paling khas dari TBC paru adalah batuk yang tidak kunjung sembuh selama 2 hingga 3 minggu atau lebih. Batuk ini biasanya disertai dengan dahak (sputum). Pada awalnya, batuk mungkin terasa seperti batuk pilek biasa, namun intensitasnya akan meningkat seiring waktu. Jika kamu mengalami batuk yang persisten, segera lakukan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan arahan pemeriksaan lebih lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....