DKPP Lumajang Edukasi Penanganan Hewan dan Daging Kurban ASUH jelang Iduladha
- 20 Mei 2026 13:11 WIB
- Jember
RRI.CO.ID,Lumajang- Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang mengajak masyarakat lebih memperhatikan kualitas hewan kurban dan keamanan daging yang dikonsumsi. Hal tersebut dibahas dalam talkshow JELITA (Jelajah Informasi dan Berita) di Studio 1 LPPL Radio Suara Lumajang, Rabu (20/5/26). Hadir sebagai narasumber dalam talkshow tersebut, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Lumajang, drh. Endra Novianto serta Fungsional Medik Veteriner Ahli Muda DKPP Lumajang, drh. Masrifah Fitromukti.
Dalam talkshow bertema “Penanganan Hewan dan Daging Kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH)” tersebut, drh. Endra Novianto menjelaskan bahwa kondisi tempat penampungan hewan menjadi faktor penting sebelum penyembelihan dilakukan. Menurutnya, kandang harus memiliki pagar yang kuat, ventilasi udara yang baik, serta tempat makan dan minum yang memadai. Selain itu, hewan dengan jenis berbeda tidak dianjurkan ditempatkan dalam satu lokasi untuk mencegah stres maupun penularan penyakit.
Ia juga menjelaskan ciri-ciri hewan kurban yang sehat, di antaranya aktif bergerak, mata bersinar, bulu mengkilap, nafsu makan baik, serta tidak mengalami cacat fisik.
| Baca juga: Waspada! Demam Anak Turun Belum Tentu Sembuh |
“Hewan kurban yang sehat biasanya aktif bergerak, matanya bersinar, bulunya mengkilap, nafsu makannya baik, serta tidak mengalami cacat fisik,” ujarnya.
Endra menambahkan, DKPP Lumajang setiap tahun juga melakukan pengawasan terhadap tempat penjualan dan pemotongan hewan kurban melalui rekomendasi kelayakan yang diajukan kepada pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan agar ternak yang dijual benar-benar sehat dan memenuhi aspek kesejahteraan hewan.
Sementara itu, drh. Masrifah Fitromukti menyoroti pentingnya penanganan daging saat proses penyembelihan. Ia mengingatkan bahwa daging merupakan bahan pangan yang mudah rusak sehingga kebersihan dan sanitasi harus dijaga. Menurutnya, proses pengulitan sebaiknya dilakukan dengan posisi hewan menggantung dan bukan di lantai agar terhindar dari kontaminasi.
“Daging termasuk bahan pangan yang mudah rusak, sehingga proses penyembelihan dan penanganannya harus benar-benar memperhatikan kebersihan dan sanitasi,” tegasnya.
Masrifah juga menjelaskan bahwa jeroan merah seperti hati dan jantung harus dipisahkan dari jeroan hijau seperti usus dan isi perut untuk mengurangi risiko kontaminasi. Selain itu, panitia kurban diimbau menyediakan tempat pembuangan limbah agar kotoran hewan tidak dibuang ke sungai. Penggunaan alat pemotongan dan wadah daging juga dianjurkan menggunakan bahan food grade yang aman untuk pangan serta lebih ramah lingkungan.
Dalam sesi interaktif, salah satu pendengar menanyakan ciri sapi gelonggongan. Menjawab hal itu, Endra menjelaskan bahwa sapi gelonggongan umumnya memiliki bentuk tubuh tidak seimbang, dengan perut tampak besar namun kondisi tubuh biasa saja.
“Sapi gelonggongan biasanya memiliki perut besar tetapi kondisi tubuhnya tidak seimbang, sehingga masyarakat perlu lebih teliti saat memilih hewan kurban,” jelas Masrifah.
Pertanyaan lain membahas hewan yang terlihat sehat namun ditemukan cacing pada organ dalam setelah disembelih. Endra menyebut kondisi tersebut cukup sering terjadi di wilayah tropis sehingga ternak dianjurkan rutin diberikan obat cacing satu hingga dua kali dalam setahun. Masrifah menambahkan bahwa bagian organ yang terdapat cacing sebaiknya dipisahkan dan dibuang.
Melalui talkshow tersebut, DKPP Kabupaten Lumajang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memilih hewan kurban yang sehat dan menerapkan proses penyembelihan yang higienis. Edukasi tersebut dinilai penting agar ibadah kurban tidak hanya memenuhi syariat, tetapi juga menjamin keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. (Kominfo/Lmj-Imel/Bob)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....