Apakah Rutin Lari Pasti Menyebabkan Sinus Bradikardia?

  • 29 Apr 2026 15:17 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Latihan lari secara rutin sering dikaitkan dengan penurunan denyut jantung saat istirahat atau sinus bradikardia. Kondisi ini kerap ditemukan pada pelari atau individu yang memiliki tingkat kebugaran tinggi. Namun, tidak semua orang yang rutin berlari akan mengalami sinus bradikardia.

Sinus bradikardia merupakan kondisi ketika denyut jantung saat istirahat berada di bawah kisaran normal, umumnya kurang dari 60 denyut per menit. Pada individu yang aktif berolahraga, kondisi ini dapat terjadi sebagai bentuk adaptasi fisiologis terhadap latihan yang konsisten. Adaptasi tersebut berkaitan dengan peningkatan efisiensi kerja jantung. Latihan aerobik seperti lari memperkuat otot jantung sehingga mampu memompa darah lebih efektif dalam setiap denyut. Akibatnya, tubuh tidak memerlukan denyut jantung yang tinggi saat istirahat untuk memenuhi kebutuhan oksigen.

Selain itu, latihan rutin juga meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatik yang berperan menurunkan denyut jantung. Kombinasi antara peningkatan kapasitas jantung dan dominasi sistem saraf ini menyebabkan denyut jantung istirahat menjadi lebih rendah pada pelari terlatih. Meski demikian, sinus bradikardia tidak selalu terjadi pada semua pelari. Faktor seperti intensitas dan durasi latihan, usia, kondisi kesehatan, serta variasi genetik memengaruhi respons tubuh terhadap olahraga. Pada pelari pemula atau individu dengan frekuensi latihan rendah, perubahan denyut jantung mungkin belum signifikan.

Penting untuk membedakan antara bradikardia fisiologis dan kondisi yang memerlukan perhatian medis. Pada pelari, denyut jantung rendah umumnya tidak menimbulkan gejala dan justru menunjukkan tingkat kebugaran yang baik. Namun, jika disertai pusing, kelelahan berlebihan, atau pingsan, evaluasi medis diperlukan untuk menyingkirkan gangguan irama jantung. Pemantauan kondisi jantung, termasuk melalui pemeriksaan seperti elektrokardiogram, dapat membantu memastikan bahwa perubahan denyut jantung berada dalam batas aman. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan dalam aktivitas olahraga.

Lansiran: Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari mendorong perhatian terhadap perubahan fisiologis tubuh, termasuk denyut jantung saat istirahat.

Sumber:

World Health Organization

American Heart Association

European Society of Cardiology

Mayo Clinic

National Institutes of Health

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....