Misteri Ruangan Sejuk: Benarkah Udara AC Tidak Sehat?

  • 05 Agt 2026 12:47 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Penggunaan pendingin ruangan atau AC telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat perkotaan demi menghindari sengatan cuaca panas yang menyengat. Namun, di balik kenyamanan suhu yang sejuk tersebut, tersimpan kekhawatiran mengenai kualitas udara yang dihembuskan oleh perangkat elektronik tersebut terhadap kesehatan tubuh manusia. Berdasarkan informasi yang dikutip dari jurnal kesehatan lingkungan berjudul "Indoor Air Quality and Health Impacts of Air Conditioning Systems" yang diterbitkan oleh Journal of Environmental Health Science pada tahun 2023 oleh Dr. Hendra Kusuma, udara yang bersumber dari AC tertutup tidak selalu sebersih yang dibayangkan apabila perawatannya diabaikan.

Salah satu permasalahan utama terkait kesehatan udara AC bersumber dari penumpukan debu, spora jamur, dan mikroorganisme patogen di dalam filter pendingin yang jarang dibersihkan secara berkala. Ketika mesin AC dinyalakan, komponen di dalamnya dapat menyebarkan partikel-partikel mikroskopis tersebut ke seluruh penjuru ruangan dan terhirup secara terus-menerus oleh penghuninya. Berdasarkan hasil penelitian kesehatan udara tersebut, paparan partikel kotor yang bersirkulasi dalam ruang ber-AC tertutup menjadi salah satu pemicu utama munculnya gangguan pernapasan seperti asma, alergi, dan iritasi saluran napas kronis.

Selain masalah kebersihan filter, penggunaan AC secara terus-menerus di ruangan tertutup juga menyebabkan tingkat kelembapan udara menurun drastis sehingga berdampak buruk pada kondisi fisik. Udara yang terlalu kering dapat menyerap kelembapan alami dari permukaan kulit dan membran mukosa di dalam hidung, membuat saluran pernapasan menjadi rentan terhadap infeksi virus. Berdasarkan laporan medis terkait kesehatan saluran napas, kondisi mukosa yang kering kehilangan kemampuan optimalnya dalam menyaring kuman dan debu sebelum masuk ke dalam paru-paru.

Faktor penting lainnya yang sering diabaikan adalah buruknya sirkulasi udara segar dari luar ruangan akibat sistem ventilasi yang tertutup rapat demi menjaga efisiensi pendinginan. Ruangan yang hanya mengandalkan udara putar ulang dari mesin AC tanpa adanya pergantian udara segar akan mengalami penumpukan gas karbondioksida serta polutan mikro dari perabotan rumah tangga. Berdasarkan kajian lingkungan indoor, minimnya pertukaran udara alami ini menjadi penyebab utama timbulnya sindrom gedung sakit atau sick building syndrome yang ditandai dengan gejala pusing, kelelahan, dan mata kering.

Oleh karena itu, menjaga kualitas udara dari pendingin ruangan agar tetap sehat memerlukan perhatian khusus melalui perawatan berkala dan pengelolaan ventilasi yang memadai. Pengguna disarankan untuk rutin mencuci filter AC setiap bulan serta menyempatkan membuka jendela sesekali guna membiarkan udara segar luar ruangan masuk bersirkulasi. Dengan kedisiplinan dalam merawat perangkat pendingin tersebut, kesejukan ruangan dapat dinikmati secara optimal tanpa harus mengorbankan kesehatan sistem pernapasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....