Terengah-engah Naik Tangga, Normal atau Tanda Masalah Kesehatan?
- 08 Apr 2026 17:53 WIB
- Jember
RRI.CO.ID. Merasa terengah-engah setelah naik satu atau dua lantai tangga cukup umum dialami banyak orang, dari berbagai usia dan tingkat kebugaran. Lalu, muncul pertanyaan: apakah hal tersebut normal, atau justru bisa menjadi tanda masalah kesehatan tertentu? Menurut para ahli, mudah kehabisan napas saat naik tangga bisa menjadi respons tubuh yang wajar, tetapi dalam kondisi tertentu juga perlu diwaspadai.
Respons tubuh yang normal
Dokter keluarga dan kedokteran olahraga dr. Katherine Pohlgeers menjelaskan bahwa rasa terengah saat naik tangga merupakan respons fisiologis yang normal.
“Ini adalah respons tubuh yang wajar karena saat naik tangga, beban kerja tubuh meningkat. Kebutuhan oksigen dan kerja pernapasan juga ikut bertambah,” ujarnya, dikutip dari HuffPost, Rabu (7/1/2026). Naik tangga menuntut tubuh mengangkat berat badannya sendiri, sehingga secara fisik lebih berat dibanding berjalan di permukaan datar.
Performance specialist Karl Erickson, menyebut aktivitas ini mirip dengan melakukan gerakan squat atau lunge berulang. Jika rasa terengah hanya berlangsung singkat dan napas kembali normal dalam satu hingga dua menit, kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Dipengaruhi usia dan gaya hidup
Tingkat napas terengah juga bisa berbeda pada tiap orang. Faktor usia, kebiasaan bergerak, hingga kondisi fisik sehari-hari berperan besar.
“Pada atlet, mungkin hampir tidak terasa. Namun pada orang paruh baya dengan gaya hidup lebih sedentari, terengah setelah naik satu lantai tangga bisa sangat umum,” kata Pohlgeers. Aktivitas seperti berlari menaiki tangga atau membawa barang berat juga akan membuat napas lebih cepat dibanding naik tangga secara santai.
Kapan perlu waspada?
Meski sering kali normal, ada beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian. Jika rasa terengah terasa baru muncul (belum pernah terjadi sebelumnya), makin berat, atau tidak kunjung membaik, sebaiknya kondisi ini tidak diabaikan.
“Perubahan kemampuan beraktivitas adalah hal yang kami perhatikan serius,” kata Pohlgeers.
“Bukan untuk langsung panik, tetapi juga jangan langsung menganggapnya hanya karena kurang bugar,” tambahnya.
Beberapa kondisi medis yang dapat memperparah rasa terengah antara lain penyakit jantung, obesitas, penyakit paru kronis, kebiasaan merokok, hingga anemia. Erickson menambahkan, waktu pemulihan napas bisa menjadi indikator penting. Jika napas masih terasa berat lebih dari tiga menit setelah berhenti beraktivitas, hal tersebut patut diperiksa lebih lanjut.
"Jika pernapasan tetap cepat selama lebih dari tiga menit atau dalam jangka waktu yang lama, itu menjadi lebih mengkhawatirkan," kata Erickson. Gejala tambahan seperti nyeri dada, pusing, sakit kepala, atau perubahan penglihatan yang menyertai rasa terengah juga perlu segera dikonsultasikan ke dokter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....