Kebiasaan Makan Lalu Rebahan, Apakah Membuat Cepat Gendut?

  • 30 Mar 2026 14:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Kebiasaan langsung rebahan setelah makan masih sering dilakukan sebagian masyarakat. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan anggapan dapat menyebabkan kenaikan berat badan secara cepat. Namun, hubungan antara kebiasaan tersebut dan risiko kegemukan tidak terjadi secara langsung, melainkan dipengaruhi berbagai faktor. Kenaikan berat badan terjadi ketika asupan kalori melebihi kebutuhan energi tubuh dalam jangka waktu tertentu. Setelah makan, tubuh akan mencerna makanan dan mengubahnya menjadi energi atau menyimpannya sebagai cadangan. Posisi tubuh, termasuk rebahan, tidak secara langsung mengubah proses tersebut menjadi lemak dalam waktu singkat.

Meski demikian, rebahan setelah makan dapat memengaruhi sistem pencernaan. Posisi berbaring berpotensi memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman seperti kembung atau sensasi panas di dada, terutama pada individu dengan gangguan lambung. Kebiasaan rebahan juga sering dikaitkan dengan pola hidup sedentari atau kurang aktivitas fisik. Jika dilakukan secara rutin tanpa diimbangi aktivitas yang cukup, kondisi ini dapat berkontribusi pada penurunan pengeluaran energi harian. Dalam jangka panjang, ketidakseimbangan antara asupan dan penggunaan energi dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

Selain itu, jenis dan porsi makanan yang dikonsumsi turut memengaruhi dampak terhadap tubuh. Makanan tinggi kalori, lemak, dan gula dalam jumlah besar lebih berpotensi menyebabkan kelebihan energi. Jika kebiasaan tersebut diikuti dengan minimnya aktivitas fisik, maka risiko penambahan berat badan menjadi lebih besar. Untuk menjaga kesehatan, aktivitas ringan setelah makan seperti berjalan santai dapat membantu proses pencernaan dan menjaga keseimbangan energi. Memberikan jeda sebelum berbaring juga dianjurkan agar tubuh memiliki waktu untuk mencerna makanan dengan lebih optimal.

Kesadaran terhadap pola makan dan gaya hidup menjadi faktor utama dalam mengontrol berat badan. Rebahan setelah makan tidak secara langsung menyebabkan kegemukan, namun jika menjadi kebiasaan yang disertai pola makan berlebih dan kurang aktivitas, risiko kenaikan berat badan dapat meningkat.

Lansiran: Gaya hidup kurang gerak dan pola makan tinggi kalori menjadi faktor utama peningkatan kasus kelebihan berat badan di berbagai negara.

Sumber:

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

World Health Organization

Centers for Disease Control and Prevention

Mayo Clinic

National Health Service

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....