Dinas Kesehatan Bondowoso Temukan Belasan Warga Suspek Campak

  • 18 Mar 2026 14:10 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus campak, termasuk menyesuaikan tradisi silaturahmi demi mencegah penularan, Rabu (18/3/2026).

Secara nasional, hingga minggu ke-8 tahun 2026 tercatat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan 6 kematian.

Di Kabupaten Bondowoso, Dinas Kesehatan setempat mencatat adanya 17 suspek campak. Saat ini, sampel masih dalam proses pemeriksaan laboratorium di Jawa Timur untuk memastikan jumlah kasus positif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, dr. Moch Jasin, mengatakan peningkatan kasus campak menjadi perhatian serius, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kondisi ini mendorong langkah antisipasi, terutama menjelang momen Lebaran yang identik dengan interaksi fisik.

“Momentum Lebaran ini ada gerakan untuk tidak mencium dan memegang anak, sebagai upaya menghindari kontak langsung dengan yang positif,” ujar Jasin.

Ia menegaskan, pembatasan kontak fisik tersebut bersifat pencegahan, terutama bagi anak-anak yang rentan tertular. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan selama kondisi kesehatan terjaga.

“Kalau tidak positif ya tidak apa-apa. Yang penting jaga kekebalan tubuh, terutama dengan mengonsumsi vitamin,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Bondowoso juga melakukan sweeping imunisasi campak bagi anak usia di bawah 59 bulan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kekebalan kelompok, terutama pada kelompok usia rentan.

“InsyaAllah ketersediaan vaksin mencukupi, baik dari pemerintah daerah maupun provinsi,” paparnya.

Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan langkah pencegahan di lingkungan keluarga. Jika ada anggota keluarga yang terindikasi campak, disarankan untuk menyediakan ruang isolasi sementara, menggunakan peralatan makan terpisah, serta menghindari kontak langsung.

Adapun gejala campak yang perlu diwaspadai meliputi demam, munculnya bercak merah di wajah, batuk, serta mata merah yang khas akibat infeksi.

“Yang khas itu mata merah, bukan karena sakit mata, tetapi karena demam campaknya,” pungkas Jasin.

Dengan penyesuaian kebiasaan saat Lebaran dan peningkatan kewaspadaan, diharapkan tradisi silaturahmi tetap berjalan hangat tanpa mengabaikan kesehatan, khususnya bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....