Banyuwangi Siapkan Layanan Konsultasi Kesehatan 24 Jam
- 21 Jun 2026 02:25 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah menyiapkan layanan konsultasi kesehatan online yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam penuh. Layanan ini dikembangkan bersama organisasi non-pemerintah internasional Noora Health dan akan diintegrasikan dalam platform Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi (Oasis Wangi).
Layanan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Executive Director of Product and Tech Noora Health Global Anubhav Arora dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata, Jumat, 20 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, Anubhav memaparkan progres pengembangan sistem telekonsultasi kesehatan berbasis digital yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.
Anubhav menjelaskan, melalui platform tersebut masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas terkait berbagai keluhan kesehatan, seperti kesehatan ibu dan anak, serta penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan jantung.
Platform telekonsultasi ini akan berbasis aplikasi pesan instan WhatsApp sehingga masyarakat tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan. Seluruh layanan juga disediakan tanpa biaya atau gratis.
“Pertanyaan warga seputar kesehatan yang dikirim melalui WhatsApp akan langsung direspons oleh nakes, sehingga warga tidak perlu mengunduh aplikasi baru,” ujar Anubhav.
Ia menambahkan, setiap konsultasi akan ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan dengan memberikan panduan medis, mulai dari tindakan pencegahan, perawatan mandiri di rumah, hingga rekomendasi rujukan ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.
“Dengan konsultasi semacam ini, nakes juga akan menyarankan apakah cukup perawatan mandiri di rumah atau harus segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit,” tambahnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya, layanan ini akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena memungkinkan konsultasi dilakukan sejak dini sebelum kondisi pasien memburuk.
Ipuk berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut, termasuk untuk konsultasi kesehatan ibu hamil maupun penanganan awal penyakit tidak menular.
“Langkah ini bisa menekan risiko penyakit sejak dini sehingga harapan kami membuat warga Banyuwangi semakin sehat dan usia harapan hidup bertambah. Apabila ada kegawatdaruratan juga bisa segera tertangani,” ujar Ipuk, Sabtu 20 Juni 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan, saat ini Dinas Kesehatan bersama Noora Health masih mematangkan sistem layanan tersebut. Para tenaga kesehatan juga telah mengikuti pelatihan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.
“Para nakes telah mengikuti workshop terlebih dahulu untuk menjalankan sistem ini agar bisa memberikan layanan dan respons yang baik ke warga,” kata Amir.
Sebagai tahap awal, layanan telekonsultasi ini akan diuji coba pada akhir Juni 2026 di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Bajulmati di Kecamatan Wongsorejo, Puskesmas Mojopanggung di Kecamatan Banyuwangi Kota, dan Puskesmas Kabat.
Targetnya, layanan ini dapat menjangkau seluruh masyarakat Banyuwangi pada akhir 2026 atau awal 2027.
Kiprah Noora Health di Banyuwangi sebelumnya telah melalui Program Pendamping Perawatan (Care Companion Program/CCP) yang mulai dijalankan sejak 2025 sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....