Penyebab Rasa Kantuk setelah Makan Berlebihan

  • 17 Mar 2026 15:24 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Fenomena rasa kantuk yang muncul setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar merupakan reaksi biologis tubuh yang dikenal dengan istilah food coma atau somnolen pascaprandial. Kondisi ini terjadi karena tubuh memusatkan sebagian besar energinya pada sistem pencernaan untuk mengolah asupan nutrisi yang masuk secara mendadak. Akibatnya, aliran darah yang biasanya tersebar merata ke seluruh bagian tubuh menjadi lebih banyak mengalir ke arah lambung dan usus halus guna mendukung proses metabolisme tersebut.

Selain perubahan aliran darah, konsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat dan gula dapat memicu lonjakan kadar insulin dalam darah secara signifikan. Peningkatan insulin ini merangsang masuknya asam amino triptofan ke dalam otak, yang kemudian diubah menjadi hormon serotonin dan melatonin. Kedua hormon tersebut berperan penting dalam mengatur siklus tidur dan memberikan efek relaksasi pada tubuh, sehingga seseorang akan merasa sangat rileks dan mengantuk setelah makan dalam porsi besar.

Jenis makanan yang dikonsumsi juga memengaruhi tingkat rasa kantuk yang dirasakan oleh seseorang setelah selesai bersantap. Makanan yang mengandung protein tinggi serta lemak jenuh membutuhkan waktu pencernaan yang lebih lama dan usaha yang lebih besar dari organ pencernaan. Proses pengolahan yang kompleks ini menyebabkan tubuh melepaskan berbagai sinyal hormonal yang memberikan efek menenangkan pada sistem saraf pusat, sehingga daya konsentrasi biasanya akan menurun secara drastis.

Kapasitas lambung yang terisi hingga batas maksimal juga memberikan tekanan fisik pada saraf-saraf di sekitar perut yang mengirimkan sinyal kenyang sekaligus lelah ke otak. Peregangan dinding lambung memicu pelepasan hormon kolesitokinin yang bertugas menekan rasa lapar namun sekaligus meningkatkan rasa kantuk sebagai efek sampingnya. Oleh karena itu, semakin banyak volume makanan yang masuk, maka sinyal untuk beristirahat yang diterima oleh otak akan menjadi semakin kuat dan sulit untuk ditahan.

Untuk menghindari gangguan produktivitas akibat rasa kantuk yang berlebihan, masyarakat disarankan untuk mengatur porsi makan dengan lebih bijak terutama pada siang hari. Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering jauh lebih baik daripada makan dalam porsi besar sekaligus dalam satu waktu. Selain itu, memilih menu makanan yang seimbang antara serat, protein, dan karbohidrat kompleks dapat membantu menjaga kestabilan energi tubuh tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang ekstrem.

Berjalan kaki ringan selama sepuluh menit setelah makan juga dapat membantu mempercepat proses pencernaan serta meningkatkan kembali aliran oksigen ke seluruh tubuh. Aktivitas fisik sederhana ini mampu menekan produksi hormon tidur dan membantu tubuh untuk tetap terjaga sekaligus bugar dalam melanjutkan rutinitas kembali. Dengan memahami mekanisme tubuh dalam merespons makanan, setiap individu dapat mengelola pola makannya dengan lebih baik demi menjaga kesehatan dan efektivitas kerja sepanjang hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....