Gejala Gagal Ginjal, Sering Diabaikan
- 26 Feb 2026 18:02 WIB
- Jember
RRI.CO.ID. Jember- Ginjal adalah fitler utama tubuh. Saat fungsinya menurun, limbah metabolik dan cairan berlebih tak lagi tersaring dengan baik, sehingga racun menumpuk dan membahayakan organ lain. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berujung pada gagal organ bahkan kematian.
Ada dua jenis gagal ginjal, yaitu akut dan kronis. Gagal ginjal akut adalah kerusakan ginjal yang terjadi secara tiba-tiba, biasanya terjadi dalam hitungan jam atau hari. Sementara itu, gagal ginjal kronis merupakan kondisi yang terjadi ketika ginjal mengalami kerusakan parah dalam jangka waktu lama atau lebih dari tiga bulan, yang menyebabkan kerusakan permanen.
Memahami gejala penting untuk deteksi dan penanganan tepat waktu.
- Mudah lelah
Kelelahan adalah gejala umum pada gagal ginjal. Ginjal yang sehat memproduksi eritropoietin, hormon krusial untuk pembentukan sel darah merah. Saat fungsi ginjal menurun, produksi eritropoietin berkurang sehingga jumlah sel darah merah ikut turun dan muncul anemia. Kelelahan yang menetap menjadi salah satu tanda utama anemia. Kencing lebih sering dan perubahan warna urine
Masing-masing ginjal mengandung sekitar satu juta nefron. Setiap nefron memiliki unit penyaring kecil bernama glomerulus, yang tersusun dari kumpulan pembuluh darah halus. Glomerulus menyaring racun, asam, dan kelebihan cairan dari darah. Jika ginjal sehat, semua zat sisa itu akan dikeluarkan lewat urine. Ketika ada penyakit ginjal, kerusakan pada nefron dan glomerulus membuat proses penyaringan terganggu. Pada penyakit ginjal kronis, kamu mungkin merasakan dorongan untuk buang air kecil lebih sering, terutama pada malam hari, dan bisa memperhatikan salah satu atau beberapa tanda berikut:
Baca juga: Tanda Paru-paru KotorUrine berubah warna menjadi lebih gelap.
Muncul darah di urine.
Urine tampak berbusa.
Jika kondisi makin parah hingga gagal ginjal, produksi urine bisa menurun drastis atau bahkan berhenti sama sekali.
Mual dan ingin muntah
Mual kerap muncul pada orang dengan gagal ginjal. Penyebabnya antara lain:
Penumpukan produk sisa metabolisme (uremia) yang seharusnya disaring ginjal.
Ketidakseimbangan elektrolit, seperti natrium dan kalium.
Efek samping obat-obatan yang dikonsumsi.
Beberapa orang juga dapat mengalami komplikasi pada saluran cerna bagian atas, misalnya gastropati uremik, yang menyebabkan iritasi dan peradangan di lambung dan kerongkongan.
- Gatal-gatal
Gagal ginjal dapat memicu pruritus uremik, yaitu rasa gatal hebat pada kulit. Kenapa begitu? Ginjal yang sehat berperan dalam mengatur kadar hormon paratiroid. Nah, ketika hormon ini melambung terlalu tinggi, gatal pun muncul. Selain gangguan hormon, tingginya kadar fosfor dan kulit kering ikut memperburuk rasa gatal. Peradangan pada kulit atau saraf juga bisa menjadi pemicu. Rasa gatal yang tak kunjung reda tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat merusak kualitas tidur, memengaruhi kesehatan mental, dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Bengkak di beberapa bagian tubuh
Fungsi filtrasi ginjal yang menurun dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Kondisi ini memicu pembengkakan di kaki, perut, dan area tubuh lainnya, bahkan dapat menyebabkan edema paru, yaitu kondisi penumpukan cairan di paru-paru, jika cukup parah.
Pembengkakan juga bisa muncul akibat sindrom nefrotik. Saat nefron rusak, albumin (protein dalam darah) bocor ke urine sehingga kadar albumin darah menurun. Akibatnya, cairan merembes dari pembuluh darah ke jaringan, menimbulkan edema terutama pada bagian telapak kaki, pergelangan kaki, dan tungkai. Kamu juga mungkin melihat pembengkakan di lengan atau sekitar mata.
Kram otot
Seorang perempuan memegang bagian belakang pinggang dengan kedua tangannya. Seorang perempuan memegang bagian belakang pinggang dengan kedua tangannya. Saat ginjal mulai gagal, kamu bisa mengalami kram otot, rasa lemah, atau mati rasa. Ginjal sebenarnya berperan penting dalam menjaga keseimbangan mineral dan garam, seperti kalsium, natrium, fosfor, dan kalium di dalam darah. Ketika kadar zat-zat ini tidak seimbang, otot mudah menegang sehingga kram muncul, dan dapat disertai gejala lain seperti kelemahan atau kesemutan.
- Sesak napas
Sesak napas, atau dispnea, kerap dialami oleh orang yang mengalami gagal ginjal. Saat fungsi ginjal menurun, tubuh kehilangan kemampuan mengatur keseimbangan cairan, sehingga cairan bisa menumpuk di paru-paru. Di sisi lain, penurunan produksi eritropoietin mengakibatkan anemia dan berkurangnya sel darah merah, serta beban ekstra pada jantung. Semua faktor itu membuat napas terasa berat. - Kebingungan
Pasien gagal ginjal kerap mengalami kebingungan serta kesulitan mengingat atau berkonsentrasi. Salah satu penyebab utamanya adalah ensefalopati uremik, suatu kondisi penumpukan racun di otak akibat menurunnya fungsi ginjal. Selain itu, efek samping obat-obatan, ketidakseimbangan elektrolit, penumpukan cairan, dan peradangan juga bisa memperburuk kondisi ini. - Sakit kepala
Sakit kepala bisa muncul akibat penumpukan racun di otak (ensefalopati uremik). Gejala ini juga sering dialami oleh pasien yang menjalani dialisis, kemungkinan akibat fluktuasi tekanan darah dan ketidakseimbangan elektrolit. - Masalah neurologis
Baik penyakit ginjal kronis maupun cedera ginjal akut dapat berdampak pada otak, menurut penelitian. Baik anak-anak maupun orang dewasa dengan gagal ginjal berisiko mengalami gangguan kognitif, terutama pada fungsi eksekutif. Ini merupakan kemampuan mengatur emosi, mengendalikan dorongan, dan mempertahankan fokus. Penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi para ahli menduga kombinasi tekanan darah tinggi, anemia, dan penumpukan racun di darah (uremia) memainkan peran utama. Pada kondisi uremia yang berat, dapat berkembang ensefalopati uremik, yaitu gangguan otak yang ditandai dengan kebingungan, delirium, kejang, dan koma.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....