Keluhan Penyakit Jantung yang Sering Dianggap Biasa

  • 06 Jun 2026 14:06 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • serangan jantung

RRI.CO.ID JEMBER. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Bethsaida Hospital Gading Serpong Putri Reno Indrisia mengatakan ada beberapa ciri pasien yang salah mengartikan gejala penyakit jantung. Beberapa ciri keluhan pasien penyakit jantung yang sering diabaikan pasien, seperti cepat lelah meski aktivitas ringan. Ada pula keluhan sesak napas saat berjalan atau naik tangga. Ciri lain lagi adalah nyeri dada yang terasa seperti tekanan atau tertahan. Ciri lainnya yang kerap dianggap angin lalu adalah jantung berdebar tidak teratur. ( dikutip Tempo.co )

Keluhan lain seperti pusing mendadak, keringat dingin tanpa sebab jelas, hingga pembengkakan pada kaki juga bisa menjadi indikasi adanya masalah pada jantung maupun pembuluh darah. "Beragam gejala yang kerap muncul secara samar inilah yang menjadi alasan pentingnya pemeriksaan rutin sejak dini sebagai bagian dari langkah pencegahan, terutama bagi masyarakat dengan faktor risiko,” kata Putri menjelaskan.

Bahkan beberapa orang menganggap hanya masuk angin, padahal sebenarnya dalam beberapa kasus adalah tanda awal penyakit jantung. Banyak orang baru sadar kondisi jantungnya bermasalah setelah gejala memburuk. Padahal, mengenali sinyal tubuh sejak dini bisa menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. Putri mengatakan tidak sedikit masyarakat yang baru memeriksakan diri ketika keluhan sudah mengganggu aktivitas atau bahkan memasuki fase darurat. "Inilah yang membuat penyakit jantung kerap terlambat ditangani, meskipun gejala awal sebenarnya bisa dikenali lebih cepat.

Ketika gejala mulai muncul atau faktor risiko sudah dimiliki, langkah paling bijak adalah melakukan pemeriksaan menyeluruh, Menurut Putri, ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan dari mulai pemeriksaan dengan CT Scan 512 Slice untuk pencitraan detail jantung, MRI 3 Tesla untuk pemeriksaan lanjutan, serta Ekokardiografi dan Treadmill test untuk menilai fungsi jantung secara menyeluruh. Selain itu, tersedia juga Cath Lab untuk angiografi koroner guna memvisualisasikan pembuluh darah jantung dan mendeteksi adanya penyempitan maupun sumbatan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyempitan atau sumbatan pembuluh darah, penanganan lanjutan perlu dilakukan secara tepat dan terukur agar risiko serangan jantung bisa dicegah sejak dini. Menurut Putri, di Heart & Vascular Center Bethsaida Hospital, tersedia berbagai tindakan jantung mulai dari Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau yang sering disebut dengan tindakan pemasangan ring jantung, Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) atau operasi bypass jantung, penggunaan Drug Coated Balloon (DCB) atau balon berlapis obat, Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) atau operasi jantung dengan sayatan kecil, hingga Endovenous Laser Ablation (EVLA) untuk kasus pembuluh darah tertentu.

Pada kasus penyumbatan yang sudah mengeras atau berkapur (kalsifikasi berat), tindakan aterektomi, yaitu prosedur untuk membantu mengatasi plak atau sumbatan berkapur di pembuluh darah, sering diperlukan. Beberapa opsi penanganan yang dapat dilakukan seperti Rotablator (alat pengikis sumbatan kapur keras), Intravascular Lithotripsy (gelombang kejut pemecah kerak kapur), maupun Orbital Atherectomy System (alat putar pengikis plak keras) bisa digunakan sesuai dengan kondisi plak berdasarkan hasil imaging intrakoroner/pencitraan pembuluh darah jantung seperti IVUS (USG melihat dalam pembuluh darah) atau OCT (kamera laser detail dalam pembuluh).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....