Pusaran Misterius Terlihat di Permukaan Matahari
- 18 Agt 2026 09:50 WIB
- Jember
Poin Utama
- Matahari
RRI.CO.ID, Hawai:Para astronom berhasil menangkap gambar dengan resolusi tertinggi hingga saat ini dari permukaan Matahari. Pengamatan tersebut memperlihatkan pola pusaran menyerupai pusaran air pada gas Matahari yang sangat panas.
Seperti dilamsir dari Reuters (5-8-2026), fenomena itu diamati menggunakan Daniel K. Inouye Solar Telescope di Hawaii, Amerika Serikat. Gambar dan video selang waktu menunjukkan pusaran plasma panas yang terus berkembang dengan ukuran sekitar 19 hingga 170 kilometer.
Para peneliti mengatakan pola melingkar tersebut bukan bentuk acak. Mereka mengidentifikasinya sebagai Kelvin-Helmholtz instability (KHI), sebuah fenomena yang terjadi ketika dua aliran gas atau fluida bergerak dengan kecepatan berbeda dan kemudian membentuk gelombang serta pusaran.
Astronom Friedrich Wöger, ilmuwan senior di National Solar Observatory sekaligus salah satu pemimpin penelitian, menjelaskan bahwa pertemuan dua aliran tersebut dapat menjadi tidak stabil. “Antarmuka tersebut dapat menjadi tidak stabil dan membentuk pusaran seperti gelombang yang semakin besar hingga akhirnya pecah, tidak seperti gelombang di danau atau lautan ketika diterpa angin.”
Berbeda dengan gelombang atau awan di Bumi, fenomena di Matahari melibatkan plasma dengan suhu sekitar 6.000 Kelvin atau 5.540 derajat Celsius yang bergerak di dalam medan magnet.
Menurut Wöger, kondisi tersebut menjadi pembeda utama dengan fenomena serupa yang dikenal di Bumi.“Perbedaannya dengan gelombang dan awan yang kita kenal di Bumi adalah bahwa dua fluida yang saling berinteraksi tersebut merupakan plasma panas”
Para peneliti menyebut penemuan KHI di permukaan sebuah bintang sebagai temuan penting untuk memahami dinamika Matahari.
Wöger bahkan menyebut penemuan tersebut sebagai “a true game-changer”, atau sebuah terobosan besar, karena membuka kerangka baru untuk memahami bagaimana Matahari memberikan energi pada atmosfernya.
Sementara itu, astronom National Solar Observatory dan salah satu pemimpin penelitian, David Kuridze, mengatakan masih banyak hal yang belum diketahui mengenai mekanisme ledakan di Matahari. “ Matahari dan bintang-bintang yang mirip Matahari merupakan sistem yang sangat dinamis, yang ditandai oleh berbagai macam peristiwa cepat dan eksplosif di dalam unsur-unsur magnetiknya. Bagaimana ledakan-ledakan tersebut dipicu merupakan salah satu tantangan utama dalam bidang fisika Matahari modern.”
Para ilmuwan menduga gerakan berputar yang dihasilkan KHI dapat membantu membangun energi magnetik secara bertahap. Energi tersebut pada akhirnya dapat memicu solar flare atau semburan Matahari dan coronal mass ejection, yakni lontaran besar gas bermuatan dan medan magnet dari Matahari.
Aktivitas Matahari semacam itu penting untuk dipahami karena dapat berdampak pada teknologi di Bumi, termasuk satelit, sistem navigasi GPS, jaringan listrik, dan komunikasi global.
Menariknya, para peneliti juga melihat kemiripan pola tersebut dengan karya seni. Friedrich Wöger menggambarkan tampilan gambar tersebut sebagai sesuatu yang sangat menakjubkan.
Kuridze bahkan membandingkan struktur pusaran di Matahari dengan pola dalam lukisan The Starry Night karya Vincent van Gogh serta The Great Wave off Kanagawa karya Hokusai.
Menurutnya, kemiripan tersebut menunjukkan bahwa pola dasar yang muncul di alam juga dapat tercermin dalam karya seni manusia.
Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature dan dinilai dapat memberikan pemahaman baru mengenai bagaimana energi dan medan magnet bergerak di permukaan Matahari serta bagaimana aktivitas tersebut dapat memengaruhi lingkungan Bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....