Atmosfer Misterius Ditemukan pada Benda Langit di Pinggiran Tata Surya
- 11 Mei 2026 07:55 WIB
- Jember
Poin Utama
- Objek Langit
- Tata Surya
- Planet
RRI.CO.ID, Jember- Para astronom menemukan sesuatu yang mengejutkan di wilayah terluar tata surya. Sebuah benda langit kecil dan dingin yang berada jauh melampaui planet Neptunus ternyata memiliki atmosfer tipis, sesuatu yang sebelumnya dianggap hampir mustahil untuk objek berukuran sekecil itu.
Seperti diberitakan oleh Reuters (4-06-2026), benda langit tersebut bernama (612533) 2002 XV93, termasuk dalam kelompok trans-Neptunian objects atau objek-objek yang mengorbit Matahari di luar Neptunus. Diameternya sekitar 500 kilometer, jauh lebih kecil dibanding Pluto maupun Eris, dua objek terbesar di kawasan tersebut yang sebelumnya dikenal sebagai satu-satunya benda serupa yang memiliki atmosfer.
Meski sangat tipis—sekitar 5 hingga 10 juta kali lebih renggang dibanding atmosfer Bumi—lapisan gas yang menyelimuti 2002 XV93 cukup untuk membuat ilmuwan bertanya-tanya bagaimana atmosfer itu bisa bertahan di lingkungan yang sangat dingin dan terpencil.
Menurut tim astronom dari Jepang yang memimpin penelitian ini, atmosfer tersebut kemungkinan tersusun dari gas metana, nitrogen, atau karbon monoksida. Penemuan ini dilakukan melalui metode stellar occultation, yakni saat objek tersebut melintas di depan sebuah bintang jauh dan menyebabkan perubahan cahaya yang dapat dianalisis dari Bumi.
Ada dua kemungkinan yang sedang dipertimbangkan para peneliti. Pertama, atmosfer itu mungkin berasal dari aktivitas kriovolkanisme, yaitu proses mirip letusan gunung berapi, tetapi yang dikeluarkan bukan lava panas melainkan gas dan es dari bagian dalam benda langit. Kemungkinan kedua, atmosfer tersebut terbentuk sementara akibat tabrakan dengan objek lain yang melepaskan gas ke sekitarnya.
Penemuan ini menantang anggapan lama bahwa benda-benda kecil di wilayah dingin tata surya hanyalah dunia beku yang tidak aktif. Sebaliknya, hasil ini menunjukkan bahwa bahkan di sudut paling terpencil tata surya, masih ada dinamika yang belum sepenuhnya dipahami manusia.
Objek 2002 XV93 sendiri berada di Sabuk Kuiper, kawasan luas yang dipenuhi benda-benda es purba sisa pembentukan tata surya sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Saat diamati, jaraknya sekitar 5,5 miliar kilometer dari Matahari, atau sekitar 37 kali lebih jauh dibanding jarak Bumi ke Matahari.
Para astronom berharap pengamatan lanjutan, termasuk kemungkinan menggunakan Teleskop Antariksa James Webb, dapat membantu memastikan komposisi atmosfer misterius ini sekaligus mengungkap bagaimana benda kecil di pinggiran tata surya bisa tetap “bernapas” dalam keheningan kosmik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....