Ilmuwan Habiskan Delapan Tahun Menyiapkan Rumput Lapangan untuk Piala Dunia 2026
- 21 Mei 2026 10:56 WIB
- Jember
Poin Utama
- Piala Dunia
- Teknologi Rumput PIala Dunia
RRI.CO.ID, London : Menjelang bergulirnya Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, perhatian tidak hanya tertuju pada para pemain dan stadion megah. Di balik persiapan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu, sekelompok ilmuwan telah menghabiskan delapan tahun untuk mengembangkan rumput lapangan yang dinilai mampu menghadirkan kualitas permainan terbaik.
Dalam laporan BBC Future 15 Mei 2026, disebutkan bahwa proyek penelitian tersebut dipimpin oleh profesor ilmu rumput dari University of Tennessee, John Sorochan, bersama sejumlah pakar lapangan olahraga lainnya. Mereka ditugaskan FIFA untuk mengawasi penanaman, pemasangan, dan perawatan rumput di seluruh 16 stadion tuan rumah Piala Dunia 2026.
Upaya ini dilakukan setelah muncul kritik terhadap kualitas lapangan pada turnamen Copa America 2024 di Amerika Serikat. Sejumlah pemain Argentina mengeluhkan permukaan rumput sementara di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, yang dianggap membuat bola memantul tidak normal dan mengganggu kontrol permainan.
Menurut Sorochan, tekanan untuk menghadirkan lapangan berkualitas sangat besar. Ia mengatakan, “Ini tekanan yang besar,” ketika menjelaskan tanggung jawab timnya dalam memastikan setiap stadion memiliki kualitas rumput yang memenuhi standar tertinggi FIFA.
Selama bertahun-tahun, para peneliti melakukan berbagai pengujian, mulai dari memantulkan bola, menginjak permukaan lapangan dengan sepatu pemain, hingga mengukur panjang rumput secara presisi. Berbagai jenis rumput juga ditanam dan diuji untuk mengetahui ketahanannya terhadap cuaca serta intensitas pertandingan yang tinggi.
Salah satu tantangan terbesar adalah menciptakan kualitas lapangan yang seragam di 16 stadion yang berada pada kondisi iklim berbeda. Untuk mengatasinya, FIFA menggunakan sistem rumput yang ditanam di atas lapisan plastik dan pasir sehingga akar tetap utuh saat dipindahkan ke stadion. Metode ini memungkinkan rumput siap digunakan dalam waktu singkat setelah pemasangan.
Di stadion beratap tertutup yang minim sinar matahari, FIFA juga menyiapkan teknologi lampu LED khusus berwarna magenta untuk membantu proses fotosintesis dan menjaga pertumbuhan rumput selama turnamen berlangsung.
Manajer Senior Pengelolaan Lapangan FIFA, Alan Ferguson, menyebut proyek tersebut sebagai pekerjaan terbesar yang pernah ia tangani. Ia mengatakan, “Saya belum pernah mengerjakan sesuatu sebesar ini sepanjang karier saya.”
FIFA dilaporkan telah menginvestasikan lebih dari lima juta dolar Amerika Serikat untuk riset dan pengembangan rumput lapangan Piala Dunia 2026. Selain demi kelancaran turnamen, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat diterapkan pada berbagai level olahraga di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....