Serangga Mengajarkan Manusia Cara Mengambil Keputusan

  • 12 Agt 2026 08:28 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Serangga
  • Penelitian Ilmiah

RRI.CO.ID, Jember: Cara serangga mengambil keputusan secara berkelompok ternyata menyimpan pelajaran penting bagi manusia. Lebah, semut, hingga kecoak mampu menghasilkan keputusan kolektif melalui mekanisme sederhana yang mengandalkan pertukaran informasi, verifikasi dan pengaruh antarindividu.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam artikel BBC Future berjudul “What insects can teach us about decision-making” yang terbit 10 Agustus 2026.

Salah satu contoh menarik terlihat pada lebah madu. Ketika koloni membutuhkan tempat tinggal baru, lebah pencari atau scout bees mencari sejumlah lokasi potensial. Setelah menemukan lokasi, mereka kembali ke koloni dan menyampaikan informasi melalui gerakan yang dikenal sebagai waggle dance.

Semakin lama tarian dilakukan, semakin baik kualitas lokasi yang ditemukan. Lebah lain kemudian mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan penilaian sendiri sebelum ikut memberikan sinyal kepada anggota koloni lainnya.

Penelitian Christian List dan koleganya menunjukkan bahwa keberhasilan proses tersebut bergantung pada keseimbangan antara saling berbagi informasi dan kemampuan setiap individu untuk melakukan verifikasi secara mandiri. Model penelitian mereka menyimpulkan bahwa keandalan keputusan lebah muncul dari perpaduan antara independensi dalam menilai pilihan dan interdependensi dalam berkomunikasi.

Dalam penelitian tersebut, List dan koleganya menekankan bahwa lebah tidak sekadar mengikuti informasi yang diberikan individu lain. Mereka tetap melakukan pemeriksaan sendiri terhadap lokasi yang direkomendasikan.

Artinya, keputusan kelompok yang baik bukan sekadar soal banyaknya informasi, tetapi juga bagaimana informasi tersebut diuji sebelum menjadi dasar keputusan.

Fenomena berbeda terlihat pada kecoak. Peneliti José Halloy dari Université Libre de Bruxelles bersama koleganya menggunakan robot yang dirancang untuk berinteraksi dengan kecoak hidup. Robot tersebut dapat diterima sebagai bagian dari kelompok dan bahkan memengaruhi pilihan tempat berlindung.

Dalam sebuah wawancara mengenai eksperimen tersebut, Halloy mengatakan “Ketika Anda mengamati kecoak, terlihat bahwa mereka bertindak sebagai sebuah kelompok; mereka cenderung tetap bersama".

Menurut Halloy, penelitian itu berusaha menjawab pertanyaan mengenai bagaimana kecoak membuat keputusan secara bersama-sama, termasuk apakah terdapat pemimpin atau informasi tertentu yang digunakan dan dibagikan dalam kelompok.

Dalam eksperimen lain, ketika kelompok kecoak diberi pilihan dua tempat berlindung yang identik, sekitar 90 persen individu akhirnya berkumpul di tempat yang sama. Halloy menyebut kondisi tersebut sebagai bukti bahwa kelompok telah menghasilkan keputusan bersama.“Jika mereka memilih secara acak, hasilnya akan sekitar 50 persen individu berada di satu sisi dan 50 persen lainnya di sisi yang lain. Namun, dalam kasus ini kami mengamati bahwa 90 persen individu berada di bawah tempat perlindungan yang sama, yang berarti mereka telah memilih tempat perlindungan tersebut sebagai sebuah kelompok”, katanya.

Sementara itu, penelitian Nigel Franks dan koleganya di University of Bristol menunjukkan bagaimana semut menghadapi situasi yang lebih mendesak. Ketika sarang terancam, sejumlah semut berperan sebagai scout untuk mencari tempat baru.

Setelah lokasi baru ditemukan, semut yang mengetahui jalur tersebut membantu mengarahkan anggota koloni lainnya. Dengan cara itu, proses perpindahan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Rangkaian penelitian tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan kelompok tidak selalu bergantung pada adanya satu individu yang paling pintar. Keputusan dapat muncul dari interaksi banyak individu yang memiliki informasi terbatas, tetapi mampu menggabungkan informasi tersebut secara efektif.

Bagi manusia, perilaku serangga memberikan pelajaran menarik. Dalam pengambilan keputusan bersama, berbagi informasi memang penting, tetapi kemampuan untuk memeriksa kembali informasi secara mandiri juga sama pentingnya.

Dengan kata lain, keputusan terbaik bukan selalu lahir dari suara yang paling keras atau individu yang paling dominan, melainkan dari kelompok yang mampu menggabungkan informasi, melakukan verifikasi dan kemudian bergerak bersama setelah keputusan dibuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....