Menjaga Kedekatan Ayah Demi Karakter Anak
- 08 Jun 2026 14:53 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Kehadiran seorang ayah dalam lingkungan keluarga memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap pembentukan kepribadian seorang anak. Selama ini, peran pengasuhan sering kali diidentikkan secara dominan dengan figur ibu, sementara ayah lebih banyak diposisikan sebagai pencari nafkah utama. Padahal, keterlibatan emosional dan fisik dari seorang ayah sejak usia dini mampu memberikan fondasi mental yang kokoh bagi anak dalam menghadapi lingkungan sosial yang lebih luas.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari jurnal ilmiah Frontiers in Psychology tahun 2021 yang ditulis oleh periset bidang perkembangan anak, Dr. Elena Lopez, keterlibatan aktif ayah berhubungan erat dengan kemampuan regulasi emosi yang lebih baik pada anak. Dalam studi tersebut dijelaskan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan kehadiran ayah yang suportif cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah. Penelitian ini juga menegaskan bahwa figur ayah memberikan model perilaku yang unik dalam mengajarkan ketahanan mental saat menghadapi tantangan.
Interaksi yang dibangun antara ayah dan anak biasanya melibatkan aktivitas fisik dan permainan yang lebih menantang. Jenis interaksi seperti ini secara tidak langsung melatih anak untuk belajar mengukur risiko dan membangun rasa percaya diri yang tinggi. Ketika seorang ayah memberikan ruang aman bagi anak untuk mengeksplorasi kemampuannya, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan berani mengambil keputusan dalam hidupnya.
Selain memengaruhi aspek emosional, kehadiran ayah juga memberikan dampak positif pada pencapaian akademis dan kecerdasan sosial anak. Anak-anak yang merasakan kehadiran emosional ayahnya cenderung memiliki kemampuan komunikasi yang lebih adaptif di sekolah maupun di lingkungan pertemanan. Mereka juga dinilai lebih mampu menyelesaikan konflik interpersonal dengan kepala dingin karena terbiasa melihat cara sang ayah dalam memimpin dan mengambil keputusan di rumah.
Sebaliknya, minimnya peran ayah dalam pengasuhan atau yang sering dikenal dengan istilah fenomena fatherless dapat memicu kekosongan psikologis pada anak. Kondisi ini berpotensi membuat anak mencari validasi dari luar rumah yang belum tentu berdampak positif bagi masa depannya. Oleh karena itu, meluangkan waktu berkualitas di tengah kesibukan bekerja menjadi sebuah investasi kepribadian yang tidak bisa digantikan oleh materi apa pun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....