Ilmuwan Gunakan Robot Bawah Laut untuk Menguping Suara Paus

  • 12 Mei 2026 07:44 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Paus Sperma
  • Program CETI
  • Penelitian Paus
  • Alam Semesta

RRI.CO.ID, Karibia: Ilmuwan kini mulai mampu “menguping” percakapan paus sperma secara langsung di bawah laut menggunakan robot bawah air otonom yang dirancang khusus untuk melacak suara mamalia laut tersebut. Teknologi ini diharapkan membuka jalan baru dalam memahami komunikasi paus sekaligus membantu upaya konservasi laut.

Dalam laporan kantor berita Reuters (1-06-2026), robot tersebut dikembangkan oleh proyek penelitian Project CETI dan dilengkapi empat hidrofon atau alat pendeteksi suara bawah air. Sistem ini mampu mengenali pola klik khas paus sperma yang dikenal sebagai “coda”, lalu secara otomatis mengikuti sumber suara itu secara real time.

Berbeda dengan metode lama yang mengandalkan alat tempel pada tubuh paus atau sensor diam di dasar laut, robot baru ini dapat bergerak mandiri dan mengambil keputusan sendiri saat berada di bawah air. Dengan teknologi yang disebut “backseat driver”, robot dapat menentukan arah pelacakan berdasarkan suara paus yang terdeteksi.

“Glider bawah air itu mendengarkan paus melalui empat hidrofon lalu mengarahkan dirinya sendiri menuju sumber suara menggunakan fitur yang disebut backseat driver,” kata David Gruber, pendiri sekaligus CEO Project CETI, profesor biologi dan ilmu lingkungan di Baruch College, serta salah satu penulis studi yang dipublikasikan pekan ini dalam jurnal Scientific Reports.

Paus sperma dikenal sebagai salah satu mamalia penyelam terdalam di dunia. Hewan ini dapat berada jauh di bawah permukaan laut dalam waktu lama, sehingga sulit dipantau manusia. Mereka berkomunikasi menggunakan rangkaian klik suara yang dapat menjalar hingga beberapa kilometer di dalam air.

Para peneliti menyebut teknologi tersebut memungkinkan pengamatan jangka panjang terhadap perilaku sosial paus, termasuk cara induk mengajari anaknya berkomunikasi dan bagaimana mereka merespons aktivitas manusia seperti kapal dan penangkapan ikan. Data itu dinilai penting untuk mendukung kebijakan perlindungan habitat paus di masa depan.

Meski demikian, sistem ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti menentukan posisi paus secara lebih presisi dan kebutuhan robot untuk sesekali muncul ke permukaan guna mengirim data. Namun, kemampuan robot untuk mendengarkan dan mengikuti percakapan paus secara langsung dianggap sebagai kemajuan besar dalam riset kehidupan laut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....