Fosil di Laci 40 Tahun ternyata Tulang Dinosaurus Pertama dari Antarktika
- 30 Jun 2026 10:50 WIB
- Jember
Poin Utama
- Dinosaurus
- Titanosaurus
- Penelitian Dinosaurus
RRI.CO.ID, Jember- Sebuah fosil yang selama hampir 40 tahun tersimpan dan terlupakan di dalam laci koleksi geologi ternyata merupakan tulang dinosaurus pertama yang pernah ditemukan di Antarktika.
Seperti dilansir BBC (29-6-2026) menyebutkan bahwa fosil tersebut pertama kali ditemukan pada 1985 di Pulau James Ross, Antarktika, oleh tim peneliti dari British Antarctic Survey. Namun, pada saat itu para peneliti tidak dapat memastikan asal-usulnya dan menduga fosil tersebut berasal dari reptil laut sehingga disimpan begitu saja di koleksi lembaga tersebut.
Penemuan penting ini terungkap setelah Manajer Koleksi BAS, Mark Evans, kembali memeriksa ribuan spesimen yang dikumpulkan dari berbagai ekspedisi ke Antarktika. "Kadang-kadang ketika Anda mulai berpikir, 'apa yang ada di laci ini?', Anda menemukan sesuatu dan berkata, 'Ah, ini terlihat menarik'," kata Evans, dikutip dari BBC Earth.
Setelah diteliti lebih lanjut bersama paleontolog dari Natural History Museum, Paul Barrett, fosil tersebut dipastikan merupakan ruas tulang ekor atau vertebra milik kelompok dinosaurus raksasa pemakan tumbuhan yang dikenal sebagai Titanosaurus."Begitu saya melihatnya, saya tahu apa yang sedang kami hadapi. Sudah pasti ini adalah Titanosaurus," ujar Barrett. Ia menambahkan bentuk dari fosil tersebut adalah kombinasi ciri-ciri yang benar-benar unik untuk jenis Titanosaurus.
Kelompok Titanosaurus dikenal sebagai salah satu dinosaurus terbesar yang pernah berjalan di Bumi. Beberapa spesiesnya dapat mencapai panjang lebih dari 35 meter dan berat sekitar 60 ton. Namun, berdasarkan ukuran tulang yang ditemukan di Antarktika, para ilmuwan memperkirakan dinosaurus tersebut memiliki panjang sekitar tujuh meter.
Menurut Barrett, ukuran tersebut bisa menunjukkan bahwa fosil itu berasal dari dinosaurus muda atau justru dari spesies Titanosaurus yang berukuran lebih kecil dibandingkan kerabatnya.
Dinosaurus tersebut diperkirakan hidup sekitar 82 juta tahun lalu pada periode Kapur Akhir. Pada masa itu, Antarktika sangat berbeda dengan kondisi sekarang yang tertutup es. Wilayah tersebut diyakini dipenuhi hutan lebat yang menyediakan sumber makanan melimpah bagi hewan pemakan tumbuhan. "Tempat yang sekarang kita anggap sangat tidak layak huni ternyata dahulu sangat layak dihuni dan dipenuhi beragam makhluk hidup," kata Barrett.
Ia menambahkan bahwa penemuan ini membantu para ilmuwan memahami bagaimana dinosaurus dan makhluk prasejarah lainnya hidup di ekosistem yang berada di ujung selatan Bumi sekitar 80 juta tahun lalu.
Temuan tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Acta Palaeontologica Polonica dan menjadi bagian penting dalam sejarah eksplorasi paleontologi di Antarktika, mengingat sangat sedikit fosil dinosaurus yang pernah ditemukan di benua es tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....