Puluhan Spesies Baru Ditemukan di Dataran Tinggi Lisima Angola

  • 04 Jun 2026 11:37 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Penelitian
  • Penemuan Hewan
  • Ilmu Pengetahuan

RRI.CO.ID, Jember : Tim ilmuwan internasional menemukan puluhan spesies yang diduga baru bagi dunia sains dalam sebuah ekspedisi ke Dataran Tinggi Lisima, wilayah terpencil di Angola. Temuan tersebut meliputi delapan spesies capung, tiga spesies belalang, serta sekitar 60 jenis kupu-kupu dan ngengat yang sebelumnya belum pernah dideskripsikan secara ilmiah.

Seperti diberitakan Reuters (3-06-2026), ekspedisi yang dipimpin organisasi konservasi The Wilderness Project itu dilakukan pada Februari 2026 di kawasan hulu yang menjadi sumber air bagi empat sungai besar Afrika, yakni Sungai Kongo, Okavango, Zambezi, dan Cuanza. Selain serangga baru, para peneliti juga menemukan spesies jangkrik predator berlapis pelindung, ulat tembaga beserta kupu-kupu dewasanya, serta laba-laba kepiting berjambul yang dapat berpendar di bawah sinar ultraviolet.

Salah satu penemuan yang menarik perhatian adalah laba-laba orb-weaver berwarna jingga kemerahan yang meniru penampilan kumbang kepik beracun untuk menghindari predator. Para ilmuwan menilai adaptasi tersebut menunjukkan keragaman strategi bertahan hidup yang luar biasa di kawasan Lisima.

Pemimpin ekspedisi, Rob Taylor, mengaku terkesan dengan salah satu spesies yang ditemukan. Dalam wawancaranya dengan Reuters, ia mengatakan, "Jangkrik berlapis pelindung itu sangat menarik dan terlihat sangat garang." Ia menambahkan bahwa serangga tersebut memiliki mekanisme pertahanan unik. "Sebagai mekanisme pertahanan, mereka bahkan dapat menyemprotkan cairan ke siapa pun yang mencoba menyerang mereka."ujarnya.

Menurut Taylor, penemuan ini menjadi semakin penting di tengah krisis keanekaragaman hayati global. Para ilmuwan memperkirakan terdapat sekitar 8,7 juta spesies makhluk hidup di Bumi, namun baru sekitar 1,5 juta yang telah berhasil diidentifikasi secara ilmiah.

Ia juga mengingatkan bahwa habitat di Dataran Tinggi Lisima menghadapi berbagai ancaman, mulai dari penebangan hutan, deforestasi, pertambangan berlian skala kecil, hingga praktik pertanian tebang-bakar yang dapat merusak ekosistem alami. Salah satu industri pertambangan berlian menjadi ancaman nyata bagi kelestarian satwa dan tumbuhan di kawasan tersebut, kata Taylor.

Penemuan terbaru ini menegaskan bahwa masih banyak wilayah di dunia yang menyimpan kekayaan hayati yang belum terungkap. Para peneliti berharap hasil eksplorasi tersebut dapat mendorong upaya perlindungan yang lebih kuat terhadap salah satu kawasan biodiversitas paling unik di Afrika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....