Dari Bahan Sekitar, Petani Tembakau Lumajang Belajar Bikin Pupuk Organik
- 20 Sep 2026 01:32 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Lumajang – Bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan ternyata dapat dimanfaatkan menjadi bagian dari kebutuhan budidaya. Di Kabupaten Lumajang, sejumlah petani tembakau belajar mengolah buah-buahan, sayuran, hingga bahan organik lainnya menjadi pupuk organik cair untuk mendukung perawatan tanaman sekaligus membuka peluang menekan biaya budidaya.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lumajang. Tidak hanya belajar membuat, para petani juga mendapatkan pengetahuan mengenai pemilihan bahan, proses pengolahan, fermentasi, hingga cara mengaplikasikannya pada tanaman tembakau.
Praktik pembuatan pupuk dilakukan secara gotong royong di Kantor APTI Lumajang, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh. Sejumlah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, mulai dari buah-buahan, sayuran, tetes hewan hingga ragi, diolah melalui proses fermentasi.
Bahan-bahan tersebut terlebih dahulu dihancurkan menggunakan mesin pelumat. Setelah dicampur, bahan dimasukkan ke dalam wadah dan ditutup rapat untuk menjalani proses fermentasi selama kurang lebih satu bulan.
Pupuk organik yang telah siap kemudian diaplikasikan pada tanaman tembakau sejak usia sekitar satu minggu hingga 50 hari. Bagi petani, praktik tersebut menjadi pengalaman untuk mengenali alternatif pemanfaatan bahan organik yang tersedia di sekitar mereka.
Ketua APTI Lumajang, Dwi Wahyono, mengatakan semakin banyak petani yang mulai memahami bahwa pupuk organik dapat menjadi bagian dari budidaya tembakau apabila dibuat dengan komposisi dan proses yang tepat.
“Pupuk organik kualitasnya tidak kalah dengan pupuk kimia, terutama ketika pembuatannya dilakukan dengan teori yang benar,” ujar Dwi, Sabtu (18/9/2026).
Sementara itu, Konsultan Pupuk Organik APTI Lumajang, Ade Rian, menjelaskan bahwa proses pembuatan menjadi bagian penting yang perlu dipahami petani. Pemilihan bahan, komposisi, fermentasi, hingga cara aplikasi perlu dilakukan dengan tepat agar pupuk dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan tanaman.
Pengetahuan tersebut diperkuat melalui sekolah lapang yang diikuti para petani tembakau Lumajang. Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan praktik langsung sehingga petani dapat mempelajari proses pembuatan sekaligus penggunaannya.
Sekolah lapang tersebut turut didukung melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan keterampilan petani di sektor tembakau.
Bagi petani, pemanfaatan bahan organik di sekitar lingkungan memberikan pengalaman baru bahwa sebagian kebutuhan budidaya dapat dipelajari dan dikembangkan melalui sumber daya yang tersedia. Pengetahuan tersebut kemudian dapat diterapkan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing lahan.
Lebih dari sekadar membuat pupuk, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana pembelajaran di tingkat petani dapat melahirkan praktik sederhana yang berpotensi membantu efisiensi budidaya. Proses belajar, mencoba, dan mengevaluasi menjadi bagian penting agar inovasi pertanian benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui pendampingan dan sekolah lapang, petani tembakau Lumajang terus didorong untuk memperkuat pengetahuan budidaya sekaligus mengoptimalkan potensi bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....