Bukan Sekadar Parade, OPD Lumajang Bawa Cerita Pelayanan Pemerintah ke Jalanan
- 30 Agt 2026 20:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Lumajang Carnival 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi seni dan kreativitas masyarakat. Di tengah parade yang menyusuri jalan utama Kabupaten Lumajang, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan pekerjaan, pelayanan, dan potensi daerah kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami.
Sebanyak 32 peserta ambil bagian dalam Lumajang Carnival yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (29/8/2026). Masing-masing peserta membawa konsep dan atraksi yang disesuaikan dengan karakteristik, tugas, maupun potensi yang dimiliki.
Kreativitas tersebut membuat masyarakat tidak hanya menyaksikan parade, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai berbagai hal yang dikerjakan pemerintah daerah.
Salah satu contoh datang dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang. Sebuah kendaraan traktor disulap menjadi kendaraan hias dengan membawa beragam hasil pertanian, mulai dari buah-buahan hingga sayuran.
Hasil pertanian yang dibawa dalam kendaraan tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat yang menyaksikan karnaval di sepanjang rute. Atraksi itu sekaligus menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan kekayaan hasil pertanian Kabupaten Lumajang secara langsung kepada warga.
Pesan serupa disampaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lumajang melalui atraksi Ngapling atau Ngaspal Keliling. Aktivitas tersebut menggambarkan pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Melalui atraksi tersebut, pekerjaan yang biasanya ditemui masyarakat sebagai aktivitas pembangunan di lapangan dikemas menjadi pertunjukan yang dapat disaksikan bersama.
Bagi masyarakat, pendekatan semacam ini memberikan pengalaman yang berbeda. Pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi melalui rapat, pengumuman, atau kanal resmi, tetapi juga hadir di ruang publik dengan cara yang lebih komunikatif.
Bupati Lumajang Indah Amperawati mengapresiasi kreativitas seluruh peserta yang menurutnya mampu menampilkan pekerjaan dan potensi daerah melalui karnaval.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh OPD dan kecamatan yang sudah menampilkan kreativitasnya. Mereka tidak hanya hadir untuk memeriahkan karnaval, tetapi juga menunjukkan apa yang mereka kerjakan, apa yang mereka layani, dan apa yang menjadi potensi Kabupaten Lumajang,” ujar Bunda Indah.
Menurutnya, cara tersebut membuat masyarakat dapat melihat berbagai sisi pembangunan daerah dalam suasana yang lebih santai dan menghibur.
“Kita ingin masyarakat menikmati kemeriahan HUT Kemerdekaan, tetapi di sisi lain masyarakat juga bisa melihat bahwa pemerintah bekerja untuk mereka. Melalui karnaval ini, kita tampilkan potensi pertanian, pembangunan infrastruktur, kebudayaan, pelayanan, dan berbagai potensi lainnya yang dimiliki Lumajang,” ungkapnya.
Karnaval dengan demikian menjadi semacam ruang komunikasi publik terbuka. Berbagai pekerjaan pemerintah yang sehari-hari mungkin tidak selalu terlihat secara langsung dapat diperkenalkan melalui visual, atraksi, dan kreativitas peserta.
Bagi masyarakat, hal ini juga membuka kesempatan untuk mengenali bahwa pelayanan publik memiliki banyak bentuk. Ada jalan yang dibangun dan dirawat, ada hasil pertanian yang dikembangkan, ada kebudayaan yang dilestarikan, serta berbagai program lain yang dijalankan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Cara menyampaikan informasi seperti ini juga membuat pesan pembangunan lebih mudah didekati. Masyarakat dapat menikmati pertunjukan sekaligus memperoleh gambaran mengenai pekerjaan pemerintah daerah tanpa harus berada dalam forum yang formal.
Lumajang Carnival akhirnya tidak hanya mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam suasana perayaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah untuk “bercerita” tentang pekerjaannya melalui kreativitas, sementara masyarakat dapat melihat lebih dekat apa yang sedang dikerjakan untuk daerahnya.
Ketika pembangunan dapat diceritakan dengan bahasa yang dekat dengan masyarakat, ruang komunikasi antara pemerintah dan warga pun menjadi semakin terbuka. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/An-m)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....