Festival Literasi Lumajang 2026, Perkuat Budaya Baca dan Memilah Informasi

  • 17 Sep 2026 11:50 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Lumajang- Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan membaca tidak cukup hanya sampai memahami tulisan. Masyarakat juga perlu terbiasa berpikir kritis, memeriksa informasi, serta menggunakan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan kreativitas dan berinteraksi dengan lingkungan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Festival Literasi Kabupaten Lumajang 2026 yang resmi digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Rabu 16 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berkolaborasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lumajang, Indra Wibowo Leksana, mengatakan festival tersebut diharapkan dapat menjadi ruang yang terbuka bagi berbagai lapisan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan literasi.

“Festival literasi ini diharapkan dapat menjadi media yang inklusif dan berkelanjutan untuk meningkatkan literasi dan kreativitas masyarakat, sejalan dengan semangat Lumajang Unggul, Amanah, dan Berkeadilan dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Menurut Indra, festival tidak hanya menjadi tempat bertemunya pegiat literasi. Kegiatan tersebut juga mempertemukan satuan pendidikan dan masyarakat dalam ruang interaksi yang dapat memperluas pengalaman literasi.

Melalui ruang tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan minat baca, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, sekaligus membangun kebiasaan berkolaborasi.

Rangkaian Festival Literasi Kabupaten Lumajang 2026 juga menghadirkan bazar buku yang berlangsung hingga 27 September 2026 di ruang Galeri Mula Malurung. Selain itu, terdapat Lapak Komunikasi Literasi dan kegiatan Wisata Literasi yang sebelumnya telah dilaksanakan untuk memperluas akses serta pengalaman masyarakat terhadap berbagai aktivitas literasi.

Plt. Asisten Administrasi Setda Kabupaten Lumajang, Halimi Maksum, menegaskan bahwa literasi perlu ditempatkan sebagai gerakan bersama karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Literasi untuk Lumajang diharapkan bukan sekadar sebuah tema, tetapi sebuah gerakan yang menjadi kekuatan yang amanah dan berkeadilan di tengah derasnya arus informasi,” ungkapnya.

Kemampuan memahami dan memeriksa informasi menjadi semakin penting ketika masyarakat berhadapan dengan berbagai informasi setiap hari. Karena itu, penguatan literasi tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan membaca buku, tetapi juga bagaimana masyarakat menggunakan informasi secara lebih cermat.

Dalam konteks tersebut, perpustakaan diharapkan berkembang menjadi ruang edukasi, kreativitas, dan pemberdayaan yang dapat diakses berbagai kalangan.

“Perpustakaan tak hanya tempat membaca, namun juga menjadi wadah untuk meningkatkan kreativitas,” jelasnya.

Festival Literasi Lumajang 2026 pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang sebuah agenda yang berlangsung selama beberapa hari. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan buku, pengetahuan, pengalaman, dan gagasan baru.

Ketika budaya membaca tumbuh bersama kemampuan memilah informasi dan mengembangkan kreativitas, literasi memiliki manfaat yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui festival dan berbagai kegiatan pendukungnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong agar ekosistem literasi terus berkembang dengan melibatkan pegiat literasi, satuan pendidikan, perpustakaan, dan masyarakat.

Harapannya, literasi tidak berhenti ketika festival berakhir, tetapi menjadi kebiasaan yang terus tumbuh dalam keseharian masyarakat Lumajang. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Aj/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....