Di Tengah Gemerlap Karnaval, Budaya Lumajang Menemukan Panggungnya

  • 30 Agt 2026 20:39 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Jalanan Kabupaten Lumajang berubah menjadi panggung budaya ketika 32 peserta menampilkan beragam kreasi dalam Lumajang Carnival 2026, Sabtu (29/8/2026). Di antara gemerlap kostum, kendaraan hias, musik, dan atraksi, seni tradisi Lumajang mendapat ruang untuk kembali hadir di tengah masyarakat.

Gelaran dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut tidak hanya menghadirkan tontonan. Berbagai unsur seni dan budaya yang ditampilkan menjadi cara masyarakat memperkenalkan kembali kekayaan daerah dalam kemasan yang lebih dekat dengan generasi masa kini.

Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma mengatakan, karnaval menjadi salah satu momentum untuk membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.

“Ini merupakan ajang membangkitkan budaya, mengajak masyarakat mencintai budaya,” tuturnya.

Dalam parade tersebut, seni tari, pakaian adat, musik, hingga berbagai kreasi budaya tampil di ruang terbuka dan disaksikan masyarakat dari berbagai kalangan. Pertunjukan tersebut membuat budaya tidak hanya menjadi bagian dari agenda seremonial, tetapi hadir sebagai pengalaman yang dapat dinikmati secara langsung.

Bagi sebuah daerah, seni dan budaya bukan sekadar pertunjukan. Di dalamnya terdapat identitas, cerita, nilai, dan jejak kehidupan masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Karena itu, menghadirkan budaya di ruang publik menjadi salah satu cara untuk menjaga agar generasi muda tetap memiliki kedekatan dengan warisan daerahnya. Ketika sebuah tradisi dapat dilihat, didengar, dan dinikmati secara langsung, peluang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kebanggaan terhadap budaya sendiri semakin terbuka.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengapresiasi kreativitas para peserta yang membawa berbagai unsur seni dan budaya dalam Lumajang Carnival. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi hiburan sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Lumajang kepada masyarakat.

Kehadiran berbagai bentuk seni dalam satu parade juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang kreatif. Tradisi tidak harus selalu ditampilkan dalam ruang pertunjukan formal, tetapi dapat dibawa ke ruang publik dan dikemas mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.

Hal tersebut sekaligus memberikan ruang kepada para pelaku seni untuk terus berekspresi. Mereka tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan cara baru dalam memperkenalkan seni kepada masyarakat.

Lumajang Carnival akhirnya menjadi pertemuan antara tradisi dan kreativitas. Budaya yang diwariskan dari masa lalu mendapatkan panggung baru, sementara generasi hari ini memiliki kesempatan untuk mengenalnya dalam suasana yang lebih dekat dan menyenangkan.

Semangat tersebut menjadi penting karena keberlangsungan budaya tidak hanya bergantung pada mereka yang menciptakannya di masa lalu, tetapi juga pada generasi yang bersedia mengenal, mencintai, dan meneruskannya.

Dari jalanan kota Lumajang, pesan itu terlihat sederhana: ketika budaya diberi ruang untuk tampil, masyarakat diberi kesempatan untuk mengenal kembali siapa dirinya.

Lumajang Carnival pun tidak berhenti sebagai kemeriahan satu malam. Di balik parade yang berlalu, ada harapan agar seni dan budaya Lumajang terus hidup, dikenal generasi muda, dan tetap menjadi bagian dari kebanggaan masyarakat. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....