Semeru Fluktuatif, Diskominfo Lumajang Ajak Warga Bijak Bermedia Sosial

  • 14 Sep 2026 20:38 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang – Aktivitas Gunung Semeru yang masih fluktuatif membuat masyarakat perlu lebih cermat menerima dan menyebarkan informasi. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang mengingatkan warga memastikan kebenaran informasi terkait aktivitas gunung api sebelum membagikannya kepada orang lain.

Kepala Diskominfo Kabupaten Lumajang, Mustaqim, mengimbau masyarakat tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi tentang Gunung Semeru sebelum memastikan sumber dan kebenarannya.

Menurutnya, perkembangan aktivitas Semeru perlu diikuti melalui sumber resmi, bukan semata-mata berdasarkan unggahan yang beredar di media sosial. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami kondisi berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan mengambil sikap sesuai arahan petugas.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak panik dan tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan terlebih dahulu informasi tersebut benar dan berasal dari sumber resmi,” ujar Mustaqim, Senin (14/09/2026).

Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau menjadikan informasi dari PVMBG dan BPBD Kabupaten Lumajang sebagai rujukan ketika ingin mengetahui perkembangan aktivitas gunung api.

Kehati-hatian menjadi semakin penting karena informasi kebencanaan di media sosial dapat muncul dalam berbagai bentuk. Foto dan video lama, misalnya, dapat kembali beredar tanpa keterangan waktu maupun lokasi yang jelas sehingga seolah-olah menggambarkan kondisi terbaru.

Karena itu, sebelum mempercayai atau meneruskan sebuah informasi, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan sederhana: dari mana informasi tersebut berasal, kapan peristiwa terjadi, di mana lokasinya, dan apakah keterangannya sesuai dengan informasi dari lembaga resmi.

Untuk memudahkan masyarakat, Diskominfo Lumajang mengajak warga menerapkan prinsip “3S: Saring, Selidiki, Sebarkan.”

Saring, dengan tidak langsung mempercayai setiap informasi yang muncul di linimasa. Selidiki, dengan memeriksa sumber, waktu, lokasi, serta konteks foto atau video. Kemudian Sebarkan, tetapi hanya setelah informasi tersebut dipastikan benar dan memang bermanfaat bagi orang lain.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menjaga ruang digital tetap sehat. Masyarakat tetap memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kewaspadaan, tanpa ikut memperluas kabar yang belum terverifikasi.

“Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru menimbulkan kepanikan. Mari bersama-sama menjaga ruang digital agar tetap informatif dan menenangkan,” katanya.

Diskominfo Kabupaten Lumajang bersama BPBD juga terus berkoordinasi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Koordinasi tersebut dilakukan agar perkembangan aktivitas Gunung Semeru dapat disampaikan secara akurat, cepat, dan mudah dipahami.

Bagi masyarakat, mengikuti sumber resmi bukan berarti mengabaikan informasi di media sosial. Justru, setiap informasi yang diterima dapat menjadi pengingat untuk melakukan verifikasi sebelum dipercaya dan dibagikan.

Di tengah aktivitas Semeru yang masih membutuhkan kewaspadaan, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ketenangan bersama. Tidak ikut menyebarkan kabar yang belum jelas, memeriksa sumber, serta mengikuti arahan resmi merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap pengguna media sosial.

Dengan menerapkan Saring, Selidiki, Sebarkan, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan Gunung Semeru tanpa panik, sekaligus ikut memastikan informasi yang beredar di ruang digital benar-benar membantu, bukan menambah keresahan. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....