Bukan Sekadar Hiburan, Lumajang Carnival Jadi Ruang Anak Mengenal Budaya

  • 30 Agt 2026 20:14 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Bagi sebagian masyarakat, Lumajang Carnival 2026 menjadi kesempatan untuk menikmati hiburan bersama keluarga. Namun di tengah kemeriahan parade, ada pengalaman lain yang ikut tumbuh, terutama bagi anak-anak: mengenal seni dan budaya daerah secara langsung.

Gelaran dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berlangsung di Kabupaten Lumajang, Sabtu (29/8/2026), dengan menghadirkan beragam penampilan dari 32 peserta.

Drumband, seni tari, pakaian adat, hingga berbagai kreasi budaya menjadi bagian dari parade yang disaksikan masyarakat di sepanjang rute. Kehadiran pertunjukan tersebut membuat seni dan budaya tidak hanya dibicarakan atau diperkenalkan melalui media, tetapi dapat dilihat langsung oleh masyarakat.

Salah seorang penonton, Johan Adrian Bayu Samudra (23), warga Desa Karangsari, mengaku senang dapat menyaksikan Lumajang Carnival secara langsung. Menurutnya, kreativitas peserta membuat suasana perayaan kemerdekaan menjadi semakin menarik.

“Sangat meriah. Penampilannya bagus dan kreatif. Kami sebagai masyarakat tentu senang bisa melihat hiburan seperti ini, apalagi ada unsur seni dan budaya Lumajang,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Sabillah Nur Salim (30) yang datang bersama keluarganya. Menurutnya, karnaval memberikan hiburan positif sekaligus kesempatan bagi anak-anak untuk melihat berbagai pertunjukan seni dan budaya secara langsung.

“Anak-anak juga senang melihat drumband dan tari-tarian. Jadi tidak hanya menghibur, tetapi mereka juga bisa belajar mengenal budaya daerah,” katanya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Pertunjukan budaya yang dikemas dalam suasana meriah membuat proses mengenal tradisi terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.

Bagi generasi muda, pengenalan semacam ini penting karena budaya tidak hanya diwariskan melalui buku atau pembelajaran di kelas. Melihat pertunjukan secara langsung dapat membuka rasa ingin tahu terhadap seni, tradisi, pakaian adat, musik, maupun cerita yang menjadi bagian dari identitas daerah.

Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma mengatakan Lumajang Carnival menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya.

“Ini merupakan ajang membangkitkan budaya, mengajak masyarakat mencintai budaya,” tuturnya.

Bupati Lumajang Indah Amperawati juga mengapresiasi kreativitas peserta yang menghadirkan berbagai unsur seni dan budaya dalam parade tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat menjadi hiburan sekaligus ruang untuk memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat.

Dengan demikian, kemeriahan Lumajang Carnival tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang hadir atau beragamnya pertunjukan yang ditampilkan. Ada nilai lain yang tumbuh di tengah keramaian: anak-anak melihat, bertanya, mengenal, dan perlahan membangun rasa bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.

Ketika seni dan budaya hadir di ruang yang dekat dengan masyarakat, proses pelestarian pun dapat dimulai dari pengalaman sederhana. Dari sebuah pertunjukan yang mereka saksikan hari ini, diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya mengenal budaya Lumajang, tetapi juga memiliki keinginan untuk menjaganya. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/An-m)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....