Kandang Belajar Yosowilangun Lor, Cara Peternak Belajar Langsung dari Lapangan
- 28 Agt 2026 01:54 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Peternak tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Semangat tersebut menjadi dasar program Kandang Belajar di Desa Yosowilangun Lor yang mendorong peternak belajar langsung dari pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Program dengan konsep “Belajar dari Lapangan, Maju Bersama Peternak” tersebut mendapat dukungan Bupati Lumajang Indah Amperawati. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik dapat membantu peternak memperoleh pengetahuan yang lebih dekat dengan kebutuhan usaha sehari-hari.
“Peternak tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga pengetahuan, keterampilan dan pendampingan agar mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. Kandang Belajar menjadi ruang yang baik untuk saling berbagi pengalaman dan menemukan solusi bersama,” ungkapnya, Rabu (26/8/2026).
Melalui Kandang Belajar, peternak dapat saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan ternak sekaligus memperoleh pengetahuan terkait kesehatan hewan. Proses pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan kondisi dan pengalaman yang ada di lingkungan peternak.
Pendekatan tersebut membuat pengetahuan tidak hanya disampaikan secara teori. Persoalan yang ditemui dalam pemeliharaan ternak dapat menjadi bahan pembelajaran bersama, sehingga peternak memiliki kesempatan untuk memahami cara pengelolaan yang lebih baik sesuai kondisi di lapangan.
Salah satu manfaat yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan peternak dalam mengelola usaha peternakan. Pengetahuan mengenai pemeliharaan dan kesehatan hewan dapat membantu peternak mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menjalankan usaha.
Pendampingan juga dapat membantu peternak mengenali persoalan lebih awal dan mencari solusi bersama dengan tenaga kesehatan hewan maupun pihak terkait.
Bagi masyarakat desa, peningkatan kapasitas peternak memiliki dampak yang lebih luas. Ketika usaha peternakan semakin produktif dan dikelola dengan baik, sektor tersebut berpeluang ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di desa.
Bunda Indah menilai penguatan peternakan juga berkaitan dengan ketahanan pangan. Peternakan yang berkembang dapat mendukung ketersediaan pangan asal hewan yang aman, cukup, dan bergizi bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana pengetahuan yang diperoleh bisa diterapkan dan memberikan manfaat nyata. Ketika peternak semakin terampil dan produktif, maka desa juga ikut bergerak,” ujarnya.
Kandang Belajar tidak dirancang sebagai kegiatan pelatihan satu kali. Program ini memiliki tahapan pengembangan yang mencakup identifikasi potensi dan persoalan, penyusunan model bersama para pemangku kepentingan, pengembangan living laboratory, validasi model, hingga penyusunan modul dan standar operasional prosedur.
Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan implementasi, monitoring dan evaluasi, penyempurnaan model, penyusunan policy brief dan SOP, hingga diseminasi serta penyusunan roadmap untuk kemungkinan penerapan di wilayah lain.
Dengan pola tersebut, pengalaman yang diperoleh dari Desa Yosowilangun Lor diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan lokal. Jika modelnya berjalan baik, pembelajaran dan praktik yang telah dikembangkan dapat menjadi referensi untuk memperluas akses pengetahuan dan pendampingan bagi peternak lainnya.
Bunda Indah berharap semangat belajar bersama tetap menjadi kekuatan utama program tersebut.
“Semangatnya adalah belajar bersama, berbagi pengalaman dan tumbuh bersama. Kalau model ini berjalan baik, tentu manfaatnya dapat diperluas sehingga semakin banyak peternak yang mendapatkan akses pengetahuan dan pendampingan,” pungkasnya.
Kandang Belajar pada akhirnya bukan hanya tentang kandang dan ternak, tetapi tentang membangun kemampuan peternak agar semakin mampu berdiri di atas pengetahuan dan keterampilannya sendiri.
Dengan kolaborasi peternak, tenaga kesehatan hewan, pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra, pembelajaran dari lapangan diharapkan dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi desa sekaligus mendukung ketahanan pangan Lumajang. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....