Kebiasaan Bijak Mengelola Keuangan Dikenalkan Sejak Ruang Komunitas
- 10 Agt 2026 17:22 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Edukasi pengelolaan keuangan tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas. Di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pesan tentang pentingnya membangun kebiasaan keuangan yang bijak dikenalkan melalui ruang komunitas dan kegiatan kepemudaan.
Pesan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Tepian Negeri dan Penukaran Uang Rupiah yang dihadiri Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Sabtu (8/8/2026).
Bunda Indah mendorong peserta, khususnya pelajar dan anggota Gerakan Pramuka, tidak hanya memahami Rupiah sebagai alat pembayaran, tetapi juga mulai membangun kebiasaan mengelola uang secara bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti gemar menabung dan membelanjakan uang berdasarkan kebutuhan perlu dikenalkan sejak dini. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
“Rupiah bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga lambang kedaulatan bangsa. Oleh karena itu, kita harus mencintai, bangga, dan memahami Rupiah dengan baik,” ujar Bunda Indah.
Pesan tersebut kemudian diarahkan pada perilaku sehari-hari. Generasi muda didorong untuk memahami penggunaan uang secara bijak, termasuk membedakan kebutuhan dan keinginan serta membangun kebiasaan menabung.
Bagi Bunda Indah, lingkungan komunitas seperti Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis untuk menanamkan kebiasaan tersebut. Kegiatan bersama dapat menjadi ruang belajar yang dekat dengan kehidupan peserta, sekaligus membuka kesempatan untuk meneruskan pengetahuan kepada lingkungan masing-masing.
“Saya berharap adik-adik Pramuka dapat menjadi teladan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan menggunakan Rupiah dengan benar,” katanya.
Selain mengenalkan pengelolaan keuangan, kegiatan di Glagah Arum juga memberikan edukasi mengenai cara mengenali keaslian Rupiah melalui metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Peserta juga diingatkan untuk menjaga kondisi uang dengan tidak melipat, mencoret, meremas, maupun merusaknya.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jember dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Bank Jatim Cabang Lumajang. Kehadiran layanan penukaran uang Rupiah juga melengkapi edukasi yang diberikan kepada masyarakat.
Bunda Indah mengapresiasi sinergi tersebut karena edukasi keuangan dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui ruang komunitas. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia pendidikan, dan Gerakan Pramuka terus dikembangkan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan.
Dari ruang komunitas seperti Glagah Arum, kebiasaan mengelola keuangan secara bijak diharapkan tumbuh sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan membangun kebiasaan sejak dini, generasi muda tidak hanya lebih memahami nilai uang, tetapi juga memiliki bekal untuk mengambil keputusan keuangan secara lebih bertanggung jawab. (MC Diskominfo Kab. Lumajang/Anby/An-m)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....